Armada TNI Dimaksimalkan Mencari CVR Lion Air
Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.
Karawang: TNI Angkatan Laut (AL) bakal bekerja keras menggunakan KRI Rigel dalam mencari cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP yang masih belum ditemukan di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Tim gabungan baru menemukan flight data recorder (DFR) yang juga merupakan bagian dari kotak hitam.

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro menyatakan pencarian CVR tidak akan jauh dari jatuhnya area pesawat. Alat itu diduga masih satu area dengan penemuan FDR yang telah didapatkan pada ‎Kamis, 1 November 2018.

"Kami akan optimalkan seluruh aset yang ada di KRI Rigel, masih ada satu belum ketemu. Memang agak sulit CVR itu. Saya coba optimalkan, karena itu kuncinya disitu," ucap Harjo Susmoto di atas KRI Kuda saat ‎meninjau langsung di perairan Karawang, Jawa Barat, Minggu, 4 November 2018.


Menurut dia, jika CVR ditemukan, insiden jatuhnya pesawat akan lebih terang. Rentetan peristiwa yang terjadi saat kecelakaan pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang bisa diketahui dari rekaman.

Dia menyebutkan KRI Rigel telah bekerja secara maksimal. Kapal itu telah menjangkau sekitar 80 (km) persegi dari titik jatuhnya pesawat Lion Air.

"CVR belum ketemu. Kalau yang lainnya saya kira sudah maksimum. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan yah waktu sedikit ini untuk menemukan CVR," jelas dia.

Baca: Polri Dampingi KNKT

Soal penambahan luas area pencarian CVR, lanjut dia, dirinya menunggu persetujuan dari Basarnas. Pasalnya, kerja pencarian ini merupakan kerja tim yang harus dilakukan secara bersama. 

"Bukan kerja sendirian, kita akan coba hitung secara teori dengan terbang pesawat, kecepatan segitu kira-kira pecah seberapa," pungkas dia.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id