Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra (tengah) berjalan dengan pengawalan petugas setibanya di Polda Bali, Denpasar, Bali, Kamis (11/4/2019). Ant
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra (tengah) berjalan dengan pengawalan petugas setibanya di Polda Bali, Denpasar, Bali, Kamis (11/4/2019). Ant

Ketua Kadin Bali Ditangkap

Nasional kasus korupsi
11 April 2019 14:55
Denpasar: Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, Anak Agung Alit Wira Putra, ditangkap Direskrimum Polda Bali. Alit ditangkap lantaran diduga melakukan penipuan pengurusan izin pelebaran kawasan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Benoa, Bali.
 
"Ditangkap di sebuah hotel di kawasan Kuningan Jakarta, Pukul 07.30 WIB," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja saat dikonfirmasi di Denpasar, Kamis, 11 April 2019.
 
Saat ini tersangka sedang diterbangkan dari Jakarta ke Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polda Bali. Menurut Hengky Alit statusnya sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penipuan pengurusan perizinan pelebaran kawasan Pelabuhan Pelindo, Benoa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Bali juga telah menahan dua rekan mantan Wagub Bali, I Ketut Sudikerta, yakni I Wayan Wakil dan A.A Ngurah Agung, terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp150 miliar yang dilaporkan Alim Markus selaku Pemilik PT Maspion Group Surabaya.
 
"Ya, kedua tersangka dilakukan penahanan di rutan Polda Bali terhitung 10 April 2019, pukul 18.00 Wita hingga 20 hari ke depan," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Hengky Widjaja 10 April.
 
Penahanan kedua tersangka didukung bukti permulaan yang cukup, diantaranya penyerahan SHM Nomor 5048 yang diduga palsu kepada tersangka I Ketut Sudikerta, aliran dana Rp8 miliar dari PT Pecatu Bangun Gemilang (hasil penjualan tanah) kepada Wayan Wakil, uang Rp19 miliar dari A.A Ngurah Agung kepada Wayan Wakil atas penjualan tanah tersebut.
 
Selain itu, penyidik Ditreskrimsus Polda Bali juga telah menolak secara tegas upaya penangguhan penahanan tersangka I Ketut Sudikerta.
 
"Kami menolak upaya permohonan penangguhan penahanan tersangka yang dilakukan oleh kuasa hukumnya guna mempermudah kepolisian untuk proses penyidikan," kata Kombes Pol. Hengky Widjaja.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif