Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Penghina Simbol Negara Terdeteksi

Nasional penghinaan lambang negara
Cindy • 17 April 2019 19:40
Jakarta: Tim Cyber Crime Mabes Polri bergerak cepat menindaklanjuti kasus pencemaran simbol negara yang viral di media sosial. Pencemaran berupa video terkait foto Presiden Joko Widodo yang diturunkan dengan latar belakang lagu Indonesia Raya.
 
"Yang menurunkan foto (Jokowi) atas nama tersangka Jajang Sumantri atau JS dari hasil penjajakan tim cyber," ucap Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019.
 
Melalui hasil penyelidikan sementara, Tim Cyber menemukan tersangka JS berada di Malaysia. Pihaknya bisa memetakan lokasi terakhir dari bukti-bukti yang disampaikan pelapor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari bukti-bukti tersebut baru pengembangkan hasil laboratorium digital forensik. Hasil penyelidikan sementara, JS berada di Malaysia," terang Dedi.
 
Selanjutnya pihaknya bakal meminta bantuan kepolisian Malaysia untuk proses penangkapan tersangka. Dengan menginformasikan pasal-pasal pidana yang dilanggarnya di Indonesia.
 
"Interpol bakal melakukan pengamanan, jika tidak dilakukan ekspedisi maka dijemput sama kepolisian Indonesia," jelas Dedi.
 
Baca:TKN Laporkan Dugaan Penghinaan Simbol Negara
 
Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf melaporkan dugaan penghinaan kepada Kepala Negara berupa video yang sempat viral di media sosial. Pasalnya, video tersebut menunjukkan foto Presiden Jokowi yang diturunkan dengan simbol pendukung capres nomor urut 02.
 
"Melakukan perbuatan menurunkan foto Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara dengan lagu Indonesia Raya. Ini dugaan pelecehan dan penghinaan terhadap bentuk simbol negara," kata Direktur Advokasi dan Hukum TKN Ade Irfan Pulungan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa 16 April 2019.
 
Barang bukti yang dibawa yakni video berserta foto tangkapan layar yang beredar di Facebook itu. Pelaku disangkakan Pasal 45 jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif