Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Sistem Peringatan Dini Bencana Indonesia Masih Tertinggal

Nasional cuaca ekstrem bencana alam
Nur Azizah • 13 Oktober 2020 12:30
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut sistem peringatan dini di Indonesia masih tertinggal. Sistem peringatan perlu ditingkatkan agar dapat mengantisipasi dampak bencana.
 
"Kalau kita berkaca di Amerika itu ada National Oseanografi Agency (NOA). Dia membuat prediksi cuaca yang luar super hebat. Kita belum seperti itu. Tapi menurut hemat saya, kita harus mengarah makin canggih," kata Luhut dalam konferensi persnya, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) diminta meningkatkan sistem peringatan dini bencana. Sistem bencana tersebut setidaknya naik satu tingkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Supaya apa? Peringatan dini itu dapat mengurangi jumlah korban," ujarnya.
 
Baca: Luhut: La Nina Berpotensi Timbulkan Multibencana
 
Sistem peringatan dini yang baik juga dapat membuat pertolongan dan evakuasi bisa dilakukan dengan cepat. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu tak ingin BMKG hanya memprediksi peristiwa-peristiwa biasa.
 
"Jadi kita jangan hanya bicara yang apa yang biasa, normal saja tapi juga bicara prediksi kalau sesuatu terjadi. BPPT dan harus BMKG kerja keras untuk mengembangkan teknologi kita. Jangan hanya memakai teknologi dari luar saja," ujar Luhut.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif