Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura, Suryopratomo, dalam diskusi Satgas Penanganan Covid-19, Selasa, 27 Oktober 2020. Foto: Satgas Covid-19
Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura, Suryopratomo, dalam diskusi Satgas Penanganan Covid-19, Selasa, 27 Oktober 2020. Foto: Satgas Covid-19

Gagap Bedakan Kompetisi dan Kerja Sama Hambat Penanganan Covid-19

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Satgas Covid-19
Theofilus Ifan Sucipto • 27 Oktober 2020 12:42
Jakarta: Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura, Suryopratomo, menilai kegagapan publik dalam menentukan kapan harus berkompetisi dan bekerja sama menghambat penanganan virus korona (covid-19). Sikap ini kurang tepat dalam penanganan virus berbahaya itu.
 
“Seakan-akan atas nama demokrasi kita berkompetisi,” kata pria yang akrab disapa Tommy itu di Media Center Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Jakarta Timur, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Menurut dia, saat ini seharusnya masyarakat bekerja sama memerangi virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu. Publik tidak boleh saling berkompetisi bahkan menjatuhkan satu sama lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pandemi covid-19, kata Tommy, tidak hanya dialami Indonesia. Seluruh negara gagap dan masih berupaya mencari jalan keluar dari virus yang melanda Tanah Air sejak Maret 2020 itu.
 
Baca: Jurnalis Senior Suryopratomo: Dari Relawan Hingga Jadi Duta Besar Singapura
 
Mantan Direktur Utama Metro TV itu terinspirasi dari Selandia Baru, Korea Selatan, dan Taiwan yang sukses menekan covid-19. Rahasia mereka, seluruh komponen negara kompak memerangi virus yang menyerang saluran pernapasan itu.
 
“Bangsa itu bekerja sama dan mencari jalan bersama. Bukan melihat kelemahan tapi kekuatan bangsanya,” ujar dia.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif