Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id

Kebudayaan Ujung Tombak Membangun Peradaban Bangsa

Nasional kebudayaan
Theofilus Ifan Sucipto • 01 Juli 2019 12:54
Jakarta: Pemerintah terus berusaha untuk memperkuat kebudayaan bangsa. Sebab, budaya berperan penting dalam pembangunan negara.
 
"Kebudayaan merupakan ujung tombak untuk membangun peradaban bangsa yang maju dan beradab," kata Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo di kantornya, Jakarta, Senin 1 Juli 2019.
 
Menurut dia, pertukaran budaya dalam tatanan global sedang timpang. Indonesia hanya menjadi konsumen terhadap budayanya sendiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, belum ada jalan keluar dari pembangunan yang merusak lingkungan dan berdampak negatif pada kebudayaan lokal. Hal itu, terang dia, terjadi lantaran tata kelembagaan bidang kebudayaan belum optimal.
 
Lemhannas bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Forum Gelora Kebangsaan mengadakan seminar nasional untuk mengangkat kebudayaan Tanah Air. Seminar itu mengambil topik Strategi Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan.
 
Seminar itu akan diadakan di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 3 Juli 2019-Kamis, 4 Juli 2019. Agus mengatakan ada dua tema besar yang diangkat di masing-masing hari.
 
Pada hari pertama, tema yang diangkat adalah 'Temu Kebudayaan'. Sedangkan hari kedua bertajuk 'Aksi Kebudayaan.'
 
Acara bakal diisi oleh sejumlah tokoh nasional dan pejabat. Mulai dari Presiden Joko Widodo, Ketua DPR Bambang Soesatyo, hingga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.
 
Agus menyebut seminar nasional ini sejalan dengan program Presiden Jokowi yaitu penguatan sumber daya manusia (SDM). Dia menegaskan acara tersebut bukan untuk mengembangkan fanatisme budaya nasional.
 
Dia yakin pemimpin bangsa Indonesia ke depan memiliki jiwa kebudayaan yang kuat dan reformasi partai politik serta birokrasi bisa dilakukan dengan konsisten. Hal ini untuk membangun good governance yang efektif dan efisien.
 
"Yang lebih penting adalah membangun kapasitas Indonesia untuk maju dan bertahan dalam persaingan dunia," imbuh dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif