Bentrok antara polisi dan massa aksi di Jalan KS Tubun, Jakarta. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Bentrok antara polisi dan massa aksi di Jalan KS Tubun, Jakarta. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Polisi Bantah Pakai Peluru Tajam Halau Massa Aksi

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Siti Yona Hukmana • 22 Mei 2019 11:37
Jakarta: Polisi bantah menggunakan peluru tajam saat membubarkan massa aksi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu); kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat dan Petamburan, Jakarta Barat. Hal ini ditegaskan menanggapi beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan aparat kepolisian menggunakan senjata api.
 
"Polisi tidak ada yang pakai peluru tajam," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Argo menyangkal pihaknya menggunakan peluru tajam untuk melukai massa. Menurutnya, personel gabungan TNI-Polri mengamankan aksi massa hanya dengan menembakkan gas air mata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk diketahui, video yang memperlihatkan polisi menggunakan senjata api beredar di grup percakapan WhatsApp dan media sosial Instagram. Salah satu akun Instagram yang menyebarkan yakni akun bernama @_akhwatriau1945.
 
Baca juga:Media Asing Soroti Kericuhan Protes Hasil Pemilu RI
 
Akun itu mem-posting video dengan memperlihatkan lima buah benda seperti selongsong peluru tajam. Dalam akun itu tertulis caption 'Udah main tembak ajaaa'.
 
Polisi memukul mundur massa aksi di depan gedung Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat pada dini hari tadi. Massa yang tak kunjung membubarkan diri ini didorong terus hingga ke Jalan Sabang.
 
Pantauan di lapangan, pukul 02.00 WIB, massa sempat membakar spanduk, karet dan barang lainnya. Polisi lantas mengerahkan mobil anti-huru hara dan menyemprotkan air dari water cannon untuk memadamkan api.
 
Kisruh antara massa pendemo dengan polisi terjadi di sana. Aparat menembakkan gas air mata demi membubarkan massa dari ruas Jalan Wahid Hasyim arah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Upaya tersebut dilakukan karena massa tak mengindahkan peringatan aparat yang berkali-kali disampaikan.
 
Baca juga:Puluhan Orang Terduga Provokator Kerusuhan Ditangkap
 
"Ini peringatan ketiga, silakan membubarkan diri," tegas seorang polisi melalui pengeras suara, di lokasi, Rabu dini hari, 22 Mei 2019.
 
Sayangnya, demonstran justru menyerang balik petugas. Mereka bahkan melempar batu dan benda lainnya ke arah aparat.
 
Lalu, terjadi bentrok antara polisi dan massa aksi demo di Petamburan, Jakarta Barat. Melalui video yang beredar di media sosial Twitter sekitar pukul 03.20 WIB, massa demo membakar tempat sampah hingga kayu di tengah jalan. Terlihat mereka membawa bambu serta kayu di markas Front Pembela Islam (FPI) itu.
 
"Petamburan saat ini, Pukul 03.20 WIB. #RakyatTolakHasilPilpres #MahkamahKedaulatanrakyat," tulis akun twitter @WaddodoZunardi1 yang menyebarkan video tersebut, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Buntut ricuh, asrama Brimob Slipi-Petamburan, Jalan KS Tubun, Jakarta Barat terbakar. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Namun, sekarang sudah padam dan situasi kembali kondusif.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif