Warga menggunakan otoped melintas di jalur khusus sepeda di kawasan Blok M, Jakarta. Foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara
Warga menggunakan otoped melintas di jalur khusus sepeda di kawasan Blok M, Jakarta. Foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara

Perkembangan Otoped Listrik Dikhawatirkan Mengancam Ojol

Nasional grab
Antara • 12 Oktober 2019 14:00
Jakarta: Mitra Grab khawatir dengan perkembangan penyewaan otoped atau skuter lisktik, Grabwheels. Penyewaan otoped listrik dinilai dapat mengancam pendapatan pengemudi ojek online (ojol).
 
"Kalau sudah banyak akan sangat berpengaruh," kata mitra Grab Jakarta Selatan, Ridho di Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Ridho mengatakan penyewaan otoped listrik belum terlalu banyak. Namun, alat transportasi baru itu bisa mengancam pengemudi ojol bila terus berkembang pesat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mitra Grab lainnya, Adnan, merasakan hal serupa. Menurut dia, otoped listrik sudah meresahkan pengemudi ojol lantaran berpotensi menggerus order konsumen dan mengurangi pendapatan.
 
Adnan mengungkapkan otoped listrik beroperasi jarak pendek. Sehingga konsumen lebih memilih otoped listrik untuk menempuh lokasi yang relatif dekat.
 
Adnan meminta Grab berinovasi secara bijaksana yang tidak menimbulkan kerugian bagi mitra maupun konsumen. Adnan juga menyarankan manajemen Grab untuk tidak memberlakukan GrabWheels di tempat umum karena membahayakan bagi anak-anak.
 
"Kalau lihat seperti sekarang, maunya GrabWheels hanya digunakan di tempat-tempat rekreasi aja. Jangan jadi moda transportasi, biar tidak ada yang kecewa pada kedua belah pihak," ujar Adnan.
 
Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyatno menyatakan otoped listrik belum berstandar aman untuk digunakan di jalan raya. Sejumlah negara juga melarang penggunaan otoped listrik.
 
Agus meminta penyedia jasa maupun konsumen mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menggunakan otoped elektrik tersebut. "Kehati-hatian ini diperlukan agar potensi kecelakaan yang merugikan diri sendiri dapat diminimalisir," tutur Agus.
 
Agus mengatakan masyarakat sebagai konsumen juga harus mengetahui hak dan kewajiban saat menyewa otoped listrik, serta mempertimbangkan aspek keamanan saat digunakan di jalan umum. "Kalau di jalan umum yang ramai sudah pasti berbahaya,” ujar Agus.
 
Agus juga mendesak pemerintah segera menerbitkan regulasi atau aturan penyewaan dan penggunaan otoped listrik. Pemerintah wajib melindungi keselamatan dan keamanan konsumen saat menyewa dan menggunakan otoped listrik.
 
Agus menuturkan ada hal positif menggunakan otoped listrik karena ramah lingkungan. Tapi, otoped listrik juga harus memiliki izin dan spesifikasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
 
Sementara itu, CEO GrabWheels TJ Tham mengakui layanan transportasi jarak dekat otoped listrik kian digandrungi warga Ibu Kota. Salah satu penyedia layanannya, yakni GrabWheels milik perusahaan aplikasi online to offline Grab,yang telah tersedia layanan di tujuh wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
 
"Grab akan terus mengembangkan inovasi ini ke beberapa titik lainnya termasuk kota-kota lainnya di luar Jabodetabek untuk memberikan peningkatan mobilitas dengan inovasi baru yang ditawarkan bagi para pengguna," kata Tham.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif