Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.

Presiden: Mahasiswa Jangan Dipagari Program Studi

Nasional Jokowi Pendidikan Tinggi Program Pendidikan Perguruan Tinggi Mahasiswa
Andhika Prasetyo • 15 September 2021 05:00
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perguruan-perguruan tinggi tidak membebani dan membatasi mahasiswa dengan program-program studi. Institusi pendidikan harus bisa memfasilitasi peserta didik berkembang sesuai talenta dan kemampuan masing-masing.
 
"Mahasiswa jangan dipagari oleh terlalu banyak program-program studi di fakultas. Ini saya kira sudah berkali-kali saya sampaikan, tapi akan saya ulang terus," ujar Jokowi seperti dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 14 September 2021.
 
Hal tersebut diutarakan Jokowi dalam Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah. Menurut Kepala Negara, mahasiswa kerap memilih jurusan atau fakultas yang tak sesuai bakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Presiden Ingin Perguruan Tinggi Lahirkan Mahasiswa Unggul dan Utuh
 
Jokowi mengatakan mereka tak punya pilihan lain, karena faktor nilai di sekolah menengah maupun kemampuan ekonomi. Solusinya, perguruan tinggi bisa memfasilitasi mahasiswa mengembangkan talenta masing-masing.
 
Presiden mencontohkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu menghabiskan masa kuliah untuk mempelajari teknik fisika nuklir.
 
Namun, setelah lulus, ia sukses sebagai bankir bahkan menduduki jabatan tertinggi di salah satu bank milik negara.
 
"Jadi menurut saya, S1 itu mestinya adalah waktu bagi perguruan tinggi untuk memfasilitasi bakat-bakat mahasiswa," ucap Jokowi.
 
Kepala negara juga tidak menghendaki pola penjurusan lantaran hanya mengizinkan mahasiswa fokus pada satu disiplin ilmu saja. Padahal, ke depan mereka dituntut menguasai banyak hal seiring dengan perkembangan zaman.
 
"Nanti semua akan hybrid. Mahasiswa harus paham semuanya, paham matematika, paham statistika, paham komputer, paham ilmu komputer, paham bahasa, dan bahasa itu bukan bahasa inggris saja termasuk bahasa coding. Hati-hati mengenai ini. Perubahan ini sangat cepat sekali karena pandemi," kata Jokowi.

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif