Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id

Laporan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Bakal Diserahkan Besok

Nasional Virus Korona vaksin covid-19
Atalya Puspa • 07 Januari 2021 05:08
Jakarta: Tim riset uji klinis vaksin covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) akan melaporkan hasil uji klinis vaksin Sinovac selama tiga bulan kepada PT Bio Farma besok, Jumat, 8 Januari 2021. Selanjutnya, Bio Farma akan meneruskan laporan tersebut kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
 
Manajer Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Eddy Fadlyana mengungkapkan laporan berisi hasil pemantauan dua kali penyuntikan vaksin. Penyutikan kepada 1.620 relawan.
 
"Laporan tersebut berisi laporan keamanan, antobodi, dan efektivitas vaksin setelah disuntikkan kepada relawan," kata Eddy kepada Media Indonesia, Rabu, 6 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, pihaknya akan menyampaikan laporan akhir pada Maret 2021. Laporan akan berisi hasil uji klinis vaksin selama 6 bulan.
 
Eddy menyebut berdasarkan pemantauan, pelaksanaan uji klinis berjalan aman dan sesuai rencana. Semua relawan tidak menunjukkan terkena efek samping berat dari penyuntikan vaksin.
 
"Semua berjalan aman," tegas dia.
 
Proses uji klinis vaksin Sinovac telah berjalan sejak Oktober 2020 dan dipantau ketat oleh berbagai pihak. Kepala BPOM Penny Lukito mengungkapkan berdasarkan inspeksi oleh BPOM, Kemenkes, MUI, dan PT Bio Farma ke pabrik pembuatan vaksin Sinovac di Tiongkok, terbukti vaksin termasuk dalam kategori aman.
 
"Dari aspek mutu vaksin tersebut dari hasil yang didapatkan dari inspeksi yang dilakukan BPOM, PT Bio Farma, MUI, produk tersebut sudah memenuhi aspek cara pembuatan obat yang baik di Tiongkok," ungkap Penny.
 
Sebanyak 3 juta dosis vaksin tengah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan BPOM terus mengawasi distribusi vaksin.
 
BPOM juga terus mengawasi dan mengevaluasi pengadaan vaksin secara berkala mulai dari tahapan preklinik, sampai uji klinis fase 1, 2, dan 3 yang sedang berlangsung di Bandung, Jawa Barat. Termasuk, uji klinis di Brazil dan Turki.
 
"Pada intinya, upaya distribusi yang telah dilakukan ini bertujuan menjamin ketersediaan vaksin yang merata, dengan prosedur kehati-hatian dengan memanfaatkan waktu yang ada. Pemerintah menjamin distribusi vaksin ke berbagai daerah di Indonesia dan dapat efektif tanpa merusak kualitas vaksin," kata Wiku.
 
Dia menambahkan saat kedatangan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu, BPOM telah memberikan sertifikat lot release sebagai upaya mengawal mutu vaksin yang masuk ke Indonesia. Vaksin yang saat ini sedang didistribusikan ke berbagai daerah, akan tetap diawasi dengan melakukan sampling berbasis risiko di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia.
 
Sementara itu, terkait penyuntikan vaksin, pemerintah terus berpegang pada prinsip dan prosedur kesehatan yang berlaku. Penyuntikan vaksin baru akan dijalankan setelah terbit Emergency Use Authorization (EUA) berdasarkan data saintifik dari BPOM.
 
"Bapak Presiden (Joko Widodo) juga akan menerima vaksin, jika vaksin sudah mendapatkan EUA dari Badan POM. Kami harapkan komitmen ini, bisa secepatnya dilaksanakan agar kemudian masyarakat luas bisa menerima vaksin covid-19," tegas Wiku.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif