Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

MUI Siapkan Fatwa Vaksin Covid-19

Nasional Virus Korona vaksin covid-19 Konvergensi MGN
Syarief Oebaidillah • 13 Oktober 2020 20:25
Jakarta: Pemerintah tengah menyiapkan vaksin covid-19 dengan menggandeng sejumlah kalangan. Salah satunya Majelis Ulama Indonesia ( MUI) untuk memastikan kehalalan vaksin tersebut.
 
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Asrorun Niam Saleh mengutarakan fatwa menjadi jawaban keagamaan atas masalah yang muncul di tengah masyarakat. MUI telah menetapkan beberapa fatwa keagamaan dalam penanganan covid 19.
 
Fatwa menjadi panduan bagi masyarakat saat pandemi. Hal ini di antaranya fatwa terkait tata cara ibadah saat pandemi covid-19, fatwa ibadah bagi tenaga medis, dan fatwa pengurusan jenazah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk vaksin covid-19 fatwanya setelah dilakukan proses pemeriksaan," ungkap Asrorun Niam kepada Media Indonesia, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Dia menjelaskan PT Bio Farma (Persero) telah mengajukan sertifikasi halal ke MUI. Rencananya, MUI menjalankan audit di lapangan.
 
"Tim Audit insyaallah berangkat tanggal (Rabu) 14 Oktober ini, " ungkap Asrorun Niam.
 
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengharapkan MUI menyiapkan fatwa tentang vaksin covid-19. Saat ini, pemerintah bekerja sama dengan sejumlah pihak mempercepat ketersediaan vaksin covid-19.

Proaktif

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag), Mastuki, mengemukakan pihaknya diminta sebagai tim bersama kementerian/lembaga lain dalam penetapan kehalalan vaksin covid-19. Proses ini dikerjakan bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI.
 
"Kepala BPJPH aktif menjalin komunikasi dengan pihak Bio Farma, " ujar Mastuki.
 
Terkait kunjungan lapangan, Mastuki menyebut ada tim di bawah BUMN. Namun, BPJPH sudah mengirimkan nama-nama perwakilannya.
 
Mantan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag itu berharap status kehalalan vaksin covid-19 dapat segera ditegaskan. Setelah pengujian vaksin selesai, proses selanjutnya yakni sertifikasi halal.
 
"BPJPH siap dan akan proaktif membantu proses tersebut," imbuh Mastuki.
 
Baca: Mitos Membuat Masyarakat Ogah Menjalani Vaksinasi
 
Soal sertifikasi halal vaksin-19, Mastuki menjelaskan prosesnya seperti produk lainnya. Pengajuannya melalui BPJPH. Setelah dokumen permohonan diperiksa, akan ada pemeriksaan atau pengujian produk ke Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM MUI sampai memperoleh penetapan halal melalui sidang fatwa.
 
"Berdasarkan penetapan halal itulah BPJPH menerbitkan sertifikat halalnya," jelas dia.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif