Kendaraan yang didominasi pemudik melintas tol Cipali, Kawasan Subang, Jawa Barat. Foto: MI/Ramdani.
Kendaraan yang didominasi pemudik melintas tol Cipali, Kawasan Subang, Jawa Barat. Foto: MI/Ramdani.

Penyebab Kecelakaan di Tol Cipali Segera Diungkap

Nasional kecelakaan lalu lintas
Cindy • 18 Juni 2019 14:36
Jakarta: Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri mengatakan penyebab kecelakaan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, setidaknya ditentukan paling lama 2 hari. Kecelakaan beruntun di ruas Tol Cipali KM 150 itu menewaskan 12 orang dan puluhan lainnya luka-luka.
 
"Mudah-mudahan dalam 1-2 hari ini akan ada kesimpulan setidaknya faktor-faktor penyebabnya," kata Refdi di Pusat Pengendali Lalu Lintas Nasional (NTMC) Polri, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juni 2019.
 
Dia telah membentuk tim menyelidiki kecelakaan tersebut. Tim tersebut terdiri dari Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri, Polda Jawa Barat, dan Polsek Majalengka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim tersebut, jelas jenderal bintang dua ini, akan mencari bukti-bukti dan keterangan para saksi. Setelah itu, mereka akan menarik kesimpulan dari keterangan saksi dan bukti tersebut.
 
"Kemungkinan-kemungkinan semua orang yang melihat, mendengar dan mengalami itu, kita minta keterangannya. Kemudian kita himpun dan kita simpulkan keterangannya," jelas Refdi.
 
Faktor-faktor penyebab kecelakaan akan dihimpun selama dua hari. Faktor ini akan dikaitkan dengan kesimpulan-kesimpulan sementara yang didapat dari bukti dan keterangan saksi.
 
"Ke depannya dua kali 24 jam sudah ada kesimpulan-kesimpulan sementara sehingga tinggal mengaitkan dengan unsur-unsur yang lain," ucap Refdi.
 
Kecelakaan beruntun terjadi di ruas Tol Cikopo-Palimanan KM 150 pukul 01.00 WIB, Senin, 17 Juni 2019. Sebanyak 12 orang dinyatakan tewas, 11 luka berat, dan 27 luka ringan.
 
Baca: Tersangka Penyerang Sopir Bus di Cipali Dikenal Baik
 
Korban meninggal dibawa ke Rumah Sakit Cideres Majalengka. Sementara itu, korban luka-luka mendapatkan perawatan di RS Mitra Plumbon Cirebon.
 
Polisi telah mengantongi identitas pelaku penyerangan sopir bus Safari Darma Raya yang diduga memicu kecelakaan maut ini. Ansor, 29, menyerang sopir bus karena merasa hendak dibunuh.
 
"Pengakuannya, dia mau dibunuh oleh sopir dan kondektur bus tersebut," ujar Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi di Cirebon, Senin, 17 Juni 2019.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif