Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal menyampaikan keterangan pers bersama terkait aksi rusuh di Kantor Kemenkopolhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (23/9). MI/Susanto
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal menyampaikan keterangan pers bersama terkait aksi rusuh di Kantor Kemenkopolhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (23/9). MI/Susanto

Polri Bentuk Tim Investigasi untuk Autopsi Korban Aksi 22 Mei

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
M Sholahadhin Azhar • 23 Mei 2019 21:46
Jakarta: Penyebab kematian korban aksi 22 Mei simpang siur. Untuk memastikan penyebabnya, Polri membentuk tim investigasi untuk mengautopsi korban.
 
"Tim ini dipimpin oleh Irwasum Polri untuk mengetahui apa penyebabnya dan semua aspek yang ada pada korban dari massa perusuh," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Dalam kesempatan ini, Iqbal pun menjelaskan pihaknya tak menggunakan peluru tajam untuk menghalau massa perusuh. Polisi hanya menggunakan strategi persuasif dan humanis untuk membubarkan massa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menegaskan penggunaan peluru tajam hanya dilakukan atas dasar diskresi. Polisi akan berkompromi dengan aturan jika melihat masyarakat atau sesama penegak hukum terancam.
 
Namun, ia memastikan diskresi tersebut tak dilakukan. Lagi pula, hanya tim anarkis yang dibekali peluru tajam.
 
"Dan mereka (tim anarkis) tidak keluar sama sekali, itu atas perintah Kapolri kepada Dankor Brimob. Kalau massa tidak bisa ditangani, ditunjang oleh water canon dan gas air mata," sebut Iqbal.
 
Sejauh ini, Kepolisian Republik Indonesia rampung mengidentifikasi tujuh korban meninggal akibat kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019. Korban meninggal dikategorikan sebagai massa perusuh, bukan massa aksi damai.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif