Menaker Minta GMNI Siap Hadapi Revolusi Industri

Gervin Nathaniel Purba 01 November 2018 18:40 WIB
berita kemenaker
Menaker Minta GMNI Siap Hadapi Revolusi Industri
Menaker M Hanif Dhakiri menerima kunjungan pengurus GMNI di Kantor Kemenaker, di Jakarta, Kamis, 1 November 2018 (Foto:Dok.Kemenaker)
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengimbau para pemuda yang terhimpun dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan yang lahir dari revolusi industri. Mereka diminta tidak perlu takut menghadapi perubahan.

“Kita tidak perlu takut dengan revolusi industri generasi keempat. Yang penting, kita bisa menyesuaikan diri,” kata Hanif, saat menerima kunjungan Pengurus GMNI di Kantor Kemenaker, di Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

Kualitas SDM suatu negara pada masa mendatang dapat dilihat dari kualitas generasi mudanya saat ini. Indonesia akan mulai memasuki fase bonus demografi pada 2020. 


Pada saat itu, jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif dan puncaknya diperkirakan terjadi pada 2030-2035.

Di tengah tantangan bonus demografi tersebut, Indonesia masih dihadapkan pada tantangan angkatan kerja yang masih didominasi lulusan pendidikan menengah ke bawah. Berdasarkan data BPS, 58 persen dari 133 juta angkatan kerja Indonesia masih lulusan SD dan SMP. 

“Bonus demografi pun harus kita kelola dengan baik, agar kita dapat berkah dari sana. Jadi bonus demografi ini tidak menjadi bencana,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mengambil tiga langkah strategis. Tiga langkah tersebut dilakukan dengan cara meningkatkan link and match antara supply and demand SDM, masifikasi pelatihan kerja dan sertifikasi profesi, dan penanaman transversal skill (softskill) dan entrepreneurship. 

“Itu tantangan terbesarnya. Jadi suka enggak suka, itu bahan baku kita. Suka nggak suka, Indonesia harus tetap maju dan sejahtera,” ujar Hanif.

Untuk itu, Hanif berharap para pemuda untuk ikut berperan dalam membangun bangsa dan negara sejak dini, sesuai dengan proporsinya. “Makanya pemerintah tidak bisa sendiri. Pemerintah harus bersama-sama dengan dunia usaha, dengan teman-teman serikat pekerja, dan elemen masyarakat sipil lainnya,” ujarnya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id