HUT ke-10 Kota Tangerang Selatan

Airin Minta Harry Darsono Rancang Corak Batik Khas

M Studio 27 November 2018 17:47 WIB
tangerang selatan
Airin Minta Harry Darsono Rancang Corak Batik Khas
Desainer Harry Darsono dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (Foto:Medcom.id/Farhan Dwitama)
Tangerang: Perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-10 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, diwarnai karya perancang busana ternama Harry Darsono. Dia khusus merancang corak batik khas Tangsel.

Adalah Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany yang meminta langsung kepada Harry Darsono untuk mendesain batik khas Tangsel. Gayung bersambut. Permintaan Airin itu dikabulkan Harry.

Bagi Harry, Tangsel sebagai kota baru yang tumbuh maju dan hampir menyamai kota-kota lain di sekitar Ibu Kota DKI Jakarta. Semangat pertumbuhan kota yang digambarkan sangat muda belia ini, menjadi spirit Harry dalam melahirkan batik asli corak Kota Tangsel.


Begitu bersemangatnya Harry merancang motif batik Tangsel, ia menyebutnya seperti memiliki embrio baru untuk menggarap corak batik khas Kota Tangsel. Perkataan Harry itu dilatarbelakangi kenyataan bahwa sudah lama ia tak membatik.

"Ini benar-benar berbeda. Saya setop membatik tahun 1979. Setelah itu, saya tidak pernah membatik lagi. Saya seolah mendapat semangat baru. Ini (Kota Tangsel) seperti anak gadis 10 tahun, masih genit, masih apa yang bisa dilihat dalam warna-warninya, enerjik," kata dia. 

Dengan corak Kota Tangsel yang akan dituangkan Harry dalam busana batik khas Tangsel, dia berkeinginan agar pembatik Tangsel bisa mengeksplorasi batik-batik karyanya. 

"Untuk seniman batik di Tangsel harus mengembangkan, enggak boleh kalah dengan engkong umur 69 tahun,” ucapnya.

Corak batik Kota Tangsel diguratkan Harry di atas kain sutra, menggambarkan ciri Kota Tangsel yang kaya akan keberagaman, tunduk dan patuh terhadap nilai-nilai lokal. 

“Khasnya nomor satu adalah melting pot. Itu semua berada di sini (Tangsel), seperti Indonesia kecil. Saya heran di sini semua sudah rapi, gedungnya tinggi, semuanya sudah organized (terorganisasi). Kita belajar dari kesalahan kota-kota yang tua, kota lain kan sudah ratusan tahun,” ucap Harry. 

 
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (Foto:Medcom.id/Farhan Dwitama)

Selain itu, corak batik Kota Tangsel juga menggambarkan keragaman penduduknya yang terdiri atas berbagai karakter suku, agama, budaya, namun tetap rukun dan santun dalam berkehidupan.

"Kalau kita melihat di sini ada berbagai latar belakang dari Cirebon, Madura, Pekalongan. Ini kota-kota pengrajin batik terbaik, kita melihat mereka serasi hidup berdampingan dengan meninggalkan ke-Cirebonan, ke-Maduraannya sebagai kota pengrajin batik. Menjadi genre baru seperti okulasi dalam pohon yang tetap memiliki akar supaya kuat,” kata Harry.

Harry mengaku, tak memerlukan waktu panjang untuk menggarap batik corak Kota Tangsel. Tuhan memiliki andil dalam upaya Harry menyelesaikan corak batik Kota Tangsel yang mengalir sangat cepat. 

"Ini baru desain dalam bentuk prototipe di atas sutra yang sutranya di pintal dan ditenun tangan, semuanya pakai tangan. Idenya, punya makna simbolik. Kita lihat saja semboyan Tangsel. Seharusnya pengerjaannya lama, tapi saya mengalami ternyata kun fayakun Tuhan tak pernah gagal. Kita tinggal mohon 'Please, help me.' Begitu saja, ide langsung dikasih,” ucap Harry.

Dalam batik corak Kota Tangsel, Harry, mengedepankan penggunaan warna yang kaya dan penempatan corak khas yang sangat dinamis. 

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel menjelaskan ada sejumlah alasan mengapa menggaet Harry Darsono dalam menggarap corak batik Kota Tangsel.

"Ini sedikit bocoran. Tentu kita dengan cirinya yang sudah ada, akan tetap mempertahankan warna yang colorfull, dan anggrek yang selama ini menjadi tema Tangerang Selatan juga akan ada. Kearifan lokal ini yang akan memperkaya karya Pak Harry,” kata Airin.

Corak batik Kota Tangsel akan diluncurkan pada 5 Desember 2018.

Dalam perayaan satu dekade usia Kota Tangsel yang jatuh pada 26 November 2018, disemarakkan beragam kegiatan menarik selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 30 November 2018.  Ada pesta musik, kuliner, bazar, pameran, tausiyah religi, serta pemilihan Abang Nona Kota Tangerang Selatan. 

Acara tersebut diselenggarakan di tujuh kecamatan se-Tangsel. Malam inaugurasi dipusatkan di Lapangan Sunburst, BSD, Rabu, 26 November 2018.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id