Mati-matian Jokowi Mengubah Wajah Indonesia
Presiden Joko Widodo dalam live event spesial ulang tahun ke-18 Metro TV.
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengungkapkan bagaimana hasil kerjanya selama empat tahun di dalam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Metro TV. Jokowi menilai sudah banyak perubahan selama masa kepemimpinannya. 

"Empat tahun lalu, di bulan awal pemerintahan kami, harga komoditas anjlok. Baik itu batubara, sawit, karet, karena ekonomi dunia menurun," kata Jokowi di Studio Grand Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Senin, 26 November 2018. 

Menurut Jokowi, saat itu booming mineral dan batu bara (minerba) memang sudah selesai. Makanya, tidak ada lagi selain ekonomi Indonesia harus berubah. 


Jokowi mengtakan telah bekerja keras membangun fondasi baru bangsa. Ia pun kembali mengajak seluruh elemen bangsa hijrah dari perilaku konsumtif ke produktif, yang efisien dan kompetitif. 

"Tanpa ini sangat berat berkompetisi, memang kadang-kadang apa yang kita kerjakan hasilnya tak instan, tak langsung dinikmati, kadang pahit, tapi harus minum ini," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi juga mengaku sudah memperbaiki struktur finansial. Subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang mencapai 82 persen dipangkas. Anggaran dialihkan ke kegiatan produktif seperti pembangunan jalan dan pelabuhan. 

Pembangunan pun dilakukan dengan menghindari Jawasentris. Sebaliknya, tiap sisi Nusantara dipermak melalui pembangunan Indonesiasentris.

 "Kalau saya orang politik yang benar bangun di Jawa, penduduk padat, 60 persen di Jawa. Return ekonomi dan politik baik. Tapi risiko kita pilih yang Indonesiasentris karena kita ingin bangun Indonesia untuk keadilan sosial," tutur mantan Wali Kota Solo itu.

Regulasi yang berbelit juga dipangkas. Salah satunya, izin pembangunan pembangkit listrik, dari 258 izin menjadi 58. Namun, Jokowi mengakui ini belum cukup.

"Tapi perlu proses tak instan untuk memulai kecepatan efisien untuk mulai kompetitif," jelas dia. 

Baca: Jokowi: Selamat Ulang Tahun Metro TV

Hasil kerja Jokowi selama empat tahun membuat peringkat Indonesia dalam easy of doing business naik dari 120-an ke-72. Selain itu, rasio gini juga membaik dari 0,41 jadi 0,38.

Angka kemiskinan, kata Jokowi, juga turun 11,2 persen menjadi 9,8 persen. Pada 2019, Jokowi pun bakal mengencangkan pembangunan sumber daya manusia (SDM).





(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id