Peneliti Ekologi Manusia LIPI Deny Hidayati/Medcom.id/Ilham Pratama
Peneliti Ekologi Manusia LIPI Deny Hidayati/Medcom.id/Ilham Pratama

Warga Jambi Belum Paham Bahaya Asap

Nasional kebakaran hutan
Ilham Pratama Putra • 27 Desember 2018 15:28
Jakarta: Warga Jambi belum paham bahaya asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu terjadi karena sosialisasi dan peran Pemerintah Provinsi Jambi sangat minim.

"Peran pemerintah daerah dalam pengurangan risiko asap karhutla masih minim. Dari 300 desa, hanya sebagian kecil yang mendapat sosialisasi," kata Peneliti Ekologi Manusia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Deny Hidayati kepada Medcom.id di Gedung LIPI, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.

Baca: Kebakaran Hutan Masih Mengancam Jambi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Sosialiasi pascabencana asap pada 2015 kurang efektif. Materi dan praktik masih terfokus pada penangangan karhutla. Sedangkan materi tentang asap, dampaknya terhadap kesehatan, dan penanganan guna mengurangi risikonya sangat minim. "Jumlah aktor yang melakukan sosialisasi, waktu sosialisasi, dan keterbatasan materi juga jadi kendala. Waktu itu kami cuma 2 hari untuk sosialisasi. Sangat pendek," tutur Deny.

Baca: Kebakaran Hutan Ringgit Disebabkan Arang

Deny menerangkan masyarakat masih kurang paham apa yang harus dilakukan dan bagaimana operasional kelembagaan. Informasi dan pendampingan belum maksimal diberikan.

"Kegiatan sosialisasi dan pembimbingan kepada masyarakat perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan materi yang berimbang antara karhutla dengan bencana asapnya," tegas Deny.

Jambi memang dikenal langganan terdampak bencana karhutla. Nyaris setiap tahun kebakaran hutan dan lahan terjadi di wilayah itu.


(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi