ilustrasi/MI
ilustrasi/MI

Sejumlah Komoditas Rawan Mahal dan Langka Selama Ramadan

Nasional pangan minyak goreng komoditas Lebaran 2022 Ramadan 2022
Putri Anisa Yuliani • 20 April 2022 07:44
Jakarta: Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyoroti beberapa komoditas yang masih cukup mahal dan rawan kelangkaan selama ramadan. Salah satunya adalah minyak goreng
 
"Minyak goreng ini mempunyai banyak faktor pendukungnya sehingga harganya masih di atas harga eceran tertinggi. Disparitas harga yang cukup tinggi dengan minyak goreng kemasan membuat banyak pihak bermain untuk menaikkan harga minyak goreng curah," kata Wasekjend Penguatan Pangan dan Distribusi Pangan DPP Ikappi Abdul Sutri Atmojati dalam keterangan resmi, Selasa. 19 April 2022.
 
Selain itu, ancaman kelangkaan serta lonjakan harga juga berpotensi terjadi pada bawang merah. Saat ini sudah terjadi minimnya stok bawang merah dan kenaikan harga. Harga bawang merah di pasaran saat ini Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal yang sama juga menimpa bawang putih. Walaupun bawang putih impor tetapi, komoditas ini masih sulit ditemui di pasar atau harganya masih relatif tinggi. Harga eceran tertinggi di bawah harga Rp30 ribu per kilogram tetapi harga di pasaran sudah mencapai Rp34.500 per kilogram .
 
"Gula pasir juga masih di kisaran harga Rp14.500 per kilogram dan barang masih banyak belum ditemui di pasar. Itu karena musim giling akan terjadi di bulan Mei, jadi belum bisa ditemui di pasar," tutur dia.
 
Baca: BPS: Harga Komoditas Pangan dan Energi Naik di Pasar Internasional
 
Lonjakan harga juga terjadi pada daging sapi. Seharusnya daging sapi berada pada harga Rp130 ribu per kilogram, sekarang rata-rata Rp143.500 per kilogram sampai Rp150 ribu per kilogram.
 
"Harga daging sapi ini cukup tinggi di awal Ramadan sampai pada pertengahan bulan Ramadan. Lonjakan harga daging sapi ini salah satu penyebabnya adalah permintaan yang cukup tinggi dan komoditasnya tidak begitu banyak," jelas Abdul.
 
Dari beberapa komoditas pangan tersebut, Ikappi menilai Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian masih belum cukup mampu mengendalikan pangan selama periode ramadan. Pihaknya meminta pemerintah segera menyelesaikan persoalan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah.
 
"Karena itu cukup berbahaya bagi pangan kita," ungkap dia.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif