Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

BPOM: Booster Meningkatkan Kadar Antibodi Covid-19

Nasional BPOM vaksinasi vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin Booster
Ferdian Ananda • 10 Januari 2022 21:18
Jakarta: Pemberian vaksinasi dosis lanjutan telah direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Pemberian booster diperlukan untuk meningkatkan kadar antibodi covid-19 yang mengalami penurunan signifikan hingga di bawah 30 persen setelah enam bulan memperoleh vaksin dosis lengkap.
 
“Sehingga, diperlukan pemberian vaksin booster atau dosis lanjutan untuk meningkatkan kembali imunogenisitas yang telah menurun,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 10 Januari 2022.
 
BPOM telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk lima produk vaksin covid-19 yang digunakan sebagai booster. Kelima vaksin covid-19 yang telah mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM untuk menjadi booster, yaitu CoronaVac produksi PT Bio Farma, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tentunya sebelum mendapatkan emergency use authorization dari BPOM telah melalui proses evaluasi bersama para tim ahli Komite Nasional Penilai Vaksin (covid-19) dan telah mendapatkan rekomendasi memenuhi persyaratan yang ada,” ujar dia.
 
Baca: Zifivax, Vaksin Halal yang Diizinkan BPOM sebagai Booster
 
Penny mengatakan ada beberapa vaksin yang tengah diuji klinik untuk memperoleh EUA sebagai vaksin dosis lanjutan. Dia berharap bisa segera memutuskan EUA vaksin tersebut.
 
Penny menerangkan vaksin booster dapat diberikan kepada kelompok masyarakat dengan kriteria usia 18 tahun ke atas dan diberikan minimal enam bulan dari vaksin primer dosis lengkap. Vaksin CoronaVac produksi PT Biofarma untuk booster homolog dengan satu dosis.
 
“(Hasil uji) imunogenisitas menunjukkan peningkatan titer antibodi netralisasi hingga 21-35 kali setelah 28 hari pemberian vaksin booster ini pada subjek dewasa,” papar dia.
 
Vaksin Pfizer atau Comirnaty juga untuk booster homolog dengan satu dosis. “(Hasil uji) imunogenisitas menunjukkan peningkatan nilai rata-rata titer antibodi netralisasi setelah satu bulan (pemberian booster) sebesar 3,3 kali,” terang dia.
 
Vaksin AstraZeneca juga bersifat homolog dengan satu dosis. Hasil uji imunogenisitasnya menunjukkan peningkatan nilai rata-rata titer antibodi sekitar 3,5 kali setelah pemberian vaksin booster jenis ini.
 
Kemudian, vaksin Moderna untuk booster homolog dan heterolog dengan setengah dosis. Booster heterolog vaksin Moderna untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, dan Janssen atau Johnson & Johnson.
 
“Ini menunjukkan respons imun antibodi netralisasi sebesar 13 kalinya setelah pemberian dosis booster,” ujar dia.
 
Terakhir, vaksin Zifivax untuk booster heterolog dengan vaksin primer Sinovac dan Sinopharm. “Titer antibodi netralisasi meningkat lebih dari 30 kali pada subjek yang telah mendapat dosis primer Sinovac atau Sinopharm,” ucap dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif