Konferensi pers PB IDI di Menteng, Jakpus, Senin, 16 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Konferensi pers PB IDI di Menteng, Jakpus, Senin, 16 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Persatuan Perawat Dukung Keterbukaan Data Pasien Korona

Nasional Virus Korona
Fachri Audhia Hafiez • 16 Maret 2020 21:48
Jakarta: Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah mendorong pemerintah membuka data pasien terduga maupun positif virus korona (covid-19). Pasalnya, data lengkap tiga tenaga kesehatan diduga terjangkit covid-19 belum diterima.
 
"Masih dalam dugaan suspect di Bali ada dua, di Jakarta ada satu. Beberapa tempat ini makanya membutuhkan keterbukaan," kata Harif dalam pemaparan di Kantor Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis. 16 Maret 2020.
 
Menurut dia, transparansi data pasien korona membuat efektif penanggulangan virus berbahaya tersebut. Dia mencontohkan pembukaan lokasi pasien mempermudah otoritas setempat mencegah penyebaran virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih menegaskan pembukaan rahasia medis tidak bertentangan dengan hukum. Pasalnya, virus berbahaya ini sudah menjadi pandemi yang mengancam kesehatan masyarakat.
 
Kerahasiaan medis diatur Pasal 48 Undang-Undang (UU) Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Pasal 57 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 38 UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dan Pasal 73 UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
 
"Beberapa hal yang berkaitan dengan kedaruratan bencana untuk kemaslahatan dan kepentingan umum. Maka kami menetapkan bahwa membuka rahasia kedokteran dalam kondisi sekarang," tegas dia.
 
Sementara itu, pemerintah menentang usulan ini. Transparansi data medis dianggap bertentangan dengan perundang-undangan.
 
"Tidak dibenarkan secara hukum untuk mengungkap identitas pasien. Itu saja, itu secara hukum sudah jelas, tidak dibenarkan," tegas juru bicara penanganan virus korona Achmad Yurianto.
 
Persatuan Perawat Dukung Keterbukaan Data Pasien Korona
Grafis Medcom.id
 
Baca: Dampak Positif Data Pasien Covid-19 Dibuka
 
Dia enggan menanggapi lebih lanjut usulan tersebut jika tak ada berkas usulan resmi. Dia yakin usulan tersebut sekadar opsi yang tidak akan ditindaklanjuti.
 
"Karena dia juga tahu undang-undang yang ada terkait dengan rahasia medis seseorang," papar dia.

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif