Presiden Joko Widodo/Medcom.id/Desi Anggriani.
Presiden Joko Widodo/Medcom.id/Desi Anggriani.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar Diapresiasi

Nasional Virus Korona virus corona
M Sholahadhin Azhar • 31 Maret 2020 23:38
Jakarta: Kebijakan Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Keputusan Pressiden (Keppres) Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, diapresiasi. Keputusan itu dianggap menyudahi polemik mengenai lockdown dan sejumlah isu lain di tengah wabah korona (covid-19).
 
“Karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggung jawab melindungi kesehatan masyarakat dari penyakit atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan," kata Peneliti Senior 123 Institute, Giofedi Rauf kepada wartawan, Selasa 31 Maret 2020.
 
Menurut dia, kebijakan itu sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Jokowi: Darurat Sipil Belum Diperlukan
 
PSBB, kata dia, membatasi kegiatan tertentu untuk mencegah potensi penyebaran korona, seperti diatur di Pasal 1 Ayat 10 UU Nomor 6 Tahun 2018. Giofedi meyakini pemerintah pusat memiliki pertimbangan kuat menerapkan kebijakan itu.
 
"Yang terpenting negara hadir di masyarakat dalam kondisi seperti saat ini sesuai amanat UUD 1945,” kata dia.
 
Giofedi menyebut, pemerintah tak perlu lagi pusing soal wacana darurat sipil. Sebab dua regulasi itu sudah mewakili kehadiran negara melindungi rakyatnya.
 
"Jadi mari kita sudahi 'sinetron' perebutan kekuasaan antara pusat dan daerah, bersama kita memutus mata rantai penyebaran korona di wilayah NKRI. Karena setelah covid-19 banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” kata dia.
 
Sejarah, kata Giofedi, akan mencatat bagaimana Indonesia menghadapi pandemi tersebut. Bagaimana kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah akan dinilai oleh generasi penerus bangsa.
 
"Dan ingat ubi concordia ibi victroria, di mana ada persatuan di sana ada kemenangan,” kata dia.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif