NEWSTICKER
Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Motivator Dedy Susanto Dilaporkan ke Polisi

Nasional psikologi
Siti Yona Hukmana • 24 Februari 2020 14:22
Jakarta: Motivator Dedy Susanto dilaporkan ke polisi. Dedy diadukan atas dugaan tindak pidana tenaga kesehatan.
 
"Kita sudah terima laporannya tadi pagi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisari Besar (Kombes) Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 25 Februari 2020.
 
Yusri enggan memerinci kasus yang menjerat motivator tersebut. Dia hanya menjelaskan penyidik masih perlu memeriksa pelapor dan terlapor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti kan harus kita gelarkan dulu dengan melakukan klarifikasi. Ini kan baru saja laporannya," ujar Yusri.
 
Laporan itu masuk dini pukul 01.00 WIB tadi. Laporan terdaftar dengan nomor LP/1246/II/YAN.2.5/202)/SPKT/Tanggal 24 Februari 2020.
 
Kasus ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Dedy diduga melanggar Pasal 83 juncto Pasal 64 Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
 
Pasal 83 berbunyi, "Setiap orang yang bukan Tenaga Kesehatan melakukan praktik seolah-olah sebagai Tenaga Kesehatan yang telah memiliki izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun."
 
Sementara itu, Pasal 64 menuliskan, "Setiap orang yang bukan Tenaga Kesehatan dilarang melakukan praktik seolah-olah sebagai Tenaga Kesehatan yang telah memiliki izin."
 
Dedy Susanto ramai diperbincangkan warganet di media sosial Instagram. Hal ini bermula unggahan selebgram Revina VT yang membongkar sosok Dedy.
 
Motivator Dedy Susanto Dilaporkan ke Polisi
Motivator Dedy Susanto. Foto: Dokumentasi Metro TV
 
Baca: Prank Perkelahian di Thamrin dari Sudut Pandang Psikologi
 
Revina VT berdebat dengan Dedy Susanto di Instagram tentang penyembuhan orientasi seksual lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), serta bipolar. Revina menanyakan kredibilitas Dedy sebagai doktor psikologi atas pernyataannya yang dapat menyembuhkan LGBT.
 
Perdebatan itu meluas ke dugaan adanya pelecahan seksual terhadap sejumlah pasien Dedy. Revina mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp dan Instagram berisikan curhatan sejumlah perempuan yang mengaku dilecehkan Dedy saat sesi terapi privat di kamar hotel.
 
Dedy diduga telah memanfaatkan kondisi psikologis pasien untuk melampiaskan nafsu berahinya. Selain itu, Dedy juga diduga tidak memiliki lisensi untuk menjadi doktor psikologi.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif