Jozeph Paul Zhang yang mengaku nabi ke-26. YouTube
Jozeph Paul Zhang yang mengaku nabi ke-26. YouTube

Paul Zhang: Iman Menag dan Ketua MUI Cetek Kalau Sakit Hati

Nasional media sosial polri Penegakan Hukum ujaran kebencian Penodaan Agama
Siti Yona Hukmana • 21 April 2021 13:25
Jakarta: Jozeph Paul Zhang kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial usai ditetapkan mengumbar ujara kebencian dan penodaan agama. Dia menyatakan iman Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Coumas dam Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Choli Nafis cetek.
 
"Kalau Gus Yaqut sakit hati, kalau ketua MUI (Cholil Nafis) bilang sakit hati, wah cetek sekali iman kalian. Tuhan Yesus disakiti, dihina tidak pernah sakit hati. Haleluya, itulah Tuhan yang saya sembah," kata Jozeph dikutip dalam tayangan video di YouTube berjudul "Apostle Paul Sang Pembuat Kegaduhan di mana-mana", Rabu, 21 April 2021.
 
Dia menganggap pernyataan yang mengaku nabi ke-26 dan soal Islam itu tidak menyakiti siapa pun. Jozeph bahkan tak pernah merasa apa yang dilakukannya salah. Sebab, dia tidak membunuh, melukai, atau merugikan orang lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia meminta orang lain tidak merasa sakit hati atas perbuatannya. "Di dalam kekristenan yang saya pelajari, kita boleh mengkritik. Roma 13 ayat 1 itu kita tidak boleh mendemo pemerintah, menghasut, itu tidak boleh, tetapi ketika kita melakukan kritik sosial itu boleh," tegas dia.
 
Video unggahan Jozeph Paul Zhang viral di kanal YouTube miliknya. Dia mengaku sebagai nabi ke-26 dan mengeluarkan pernyataan yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. Paul Zhang juga sesumbar tidak takut dilaporkan ke polisi.
 
Baca: Kemenkumham Bongkar Kebohongan Paul Zhang soal Pelepasan Status WNI
 
Dia bahkan menjanjikan uang Rp1 juta bagi mereka yang bisa melaporkannya. Dalam video berdurasi hampir tiga jam tersebut, ia menyinggung-nyinggung Allah SWT dan ibadah puasa.
 
Husin Shahab melaporkan video itu ke polisi. Laporan diterima dengan nomor LP/B/0253/IV/2021/BARESKRIM, pada 17 April 2021.
 
Polri resmi Paul Zhang sebagai tersangka pada 20 April. Dia diketahui berada di Jerman. Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan KBRI di Jerman untuk memulangkan tersangka ke Indonesia.
 
Polri juga mengajukan pencabutan paspor tersangka yang memiliki nama asli Shindy Paul Soerjomoeljono. Usulan itu disampaikan ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif