Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

Mutasi Virus Covid-19 di Indonesia Disebut Tidak Memperburuk Penyebaran

Nasional penelitian Virus Korona Riset dan Penelitian
Anggi Tondi Martaon • 20 Oktober 2020 13:56
Jakarta: Menteri Riset Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut virus korona (covid-19) di Indonesia mengalami mutasi. Namun, perubahan belum memperburuk penyebaran.
 
"Mutasi virus yang terjadi tidak membuat covid-19 menjadi lebih menular atau lebih membahayakan dari segi penderitanya," kata Bambang dalam Webinar HUT Ke-56 Partai Golkar, Selasa, 20 Oktober 2020.
 
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bappenas) itu menyebut hal itu berdasarkan hasil penelitian 114 studi yang dilakukan Filodinamik di Indonesia. Hasil penelitian dirangkum dalam sebuah bank data di Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan hasil penelitian, ada dua jenis virus covid-19 di Indonesia, yakni covid-19 strain L dan GH. "Awal pandemi ini kebanyakan masuk kategori (strain) L. Belakangan terjadi mutasi berubah dari (strain) L menjadi (strain) GH," ungkap dia.
 
Bambang memastikan mutasi virus korona di Indonesia tidak akan memengaruhi proses pembuatan vaksin. Indonesia dan berbagai negara di dunia tengah mencoba menemukan vaksin covid-19.
 
"Mutasi itu tidak mengganggu upaya vaksin untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita terhadap covid-19," ungkap dia.
 
Meskipun begitu, seluruh pihak harus tetap waspada. Sebab, virus covid-19 akan terus bermutasi dalam beberapa tahun ke depan.
 
"Seperti halnya virus influenza yang terus bermutasi sampai 2-4 tahun," ujar dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif