Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id

Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac Selama 3 Bulan Cukup untuk Izin Darurat

Nasional Virus Korona vaksin covid-19
Faustinus Nua • 07 Januari 2021 05:41
Jakarta: Tim riset uji klinis vaksin covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) berencana melaporkan hasil uji vaksin asal Sinovac selama 3 bulan kepada PT Bio Farma, Jumat, 8 Januari 2020. Sementara itu, hasil uji klinis vaksin selama 6 bulan atau laporan final akan diserahkan pada Maret 2021.
 
Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Bio Farma Bambang Herianto mengatakan laporan uji coba tersebut akan diteruskan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sehingga, BPOM bisa segera mengeluarkan izin vaksinasi.
 
Meski belum final, laporan sudah cukup untuk mendapat izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM. "Itu berlaku sesuai standar internasional, dalam skema Emergency Use Authorization," ungkap Bambang kepada Media Indonesia, Rabu, 6 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang menjelaskan berdasarkan skema EUA, ada kriteria atau standar tertentu bagi masyarakat yang akan menerima vaksin. Sehingga, tidak semua orang bisa diimunisasi dengan vaksin yang belum mempunyai laporan hasil uji klinis final tersebut.
 
"Sesuai kriteria saat uji klinisnya, kalau tidak salah usia 18-59 tahun," tutur dia.
 
Laporan tiga bulanan itu berisi hasil dua kali vaksinasi yang dilakukan tim riset. Selanjutnya, BPOM akan mengkaji dari laporan tersebut bersama dengan laporan serupa dari Brazil dan Turki.
 
Laporan itu diberikan dengan pertimbangan EUA yang merupakan izin sementara yang dikeluarkan otoritas untuk penggunaan obat maupun vaksin secara terbatas. Artinya, izin penggunaan obat atau vaksin yang dikeluarkan EUA hanya untuk kalangan tertentu.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif