Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

RUU Ciptaker Dianggap Solusi Inkonsistensi Birokrasi

Nasional Omnibus Law
Whisnu Mardiansyah • 16 Maret 2020 02:00
Jakarta: Permasalahan investasi di Indonesia karena rumitnya birokrasi yang tersebar di berbagai instansi antara pemerintah pusat dan daerah. Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law dianggap sebagai solusi dan jawaban mengatasi permasalahan tersebut.
 
Kepala Pusat Kebijakan Publik LPPM Universitas Pendidikan Indonesia, Cecep Darmawan menilai RUU Ciptaker Omnibus upaya sentralisasi dan penyeragaman birokrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sehingga, diharapkan muncul sinergi dan koordinasi antarpemangku kepentingan yang semakin meningkat.
 
“Ini menjadi bagian dari efisiensi birokrasi dan meminimalisasi konflik kepentingan antar-pihak tertentu,” kata Cecep di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Upaya pemerintah menyederhanakan hukum lewat omnibus law dianggap sebagai sebuah terobosan. Khususnya RUU Ciptaker yang kini telah masuk di DPRdapat menjadi solusi inkonsistensi regulasi dan benturan atau konflik antarperaturan perundang-undangan yang tumpang tindih.
 
Baca:Omnibus Law Dinilai Tepat untuk Menyederhanakan Regulasi
 
"Bisa juga menjadi jaminan terhadap kepastian, perlindungan, dan keadilan bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya.
 
Dari itu, pemerintah dan DPR harus terbuka dalam menyusun RUU ini. Sehingga masyarakat bisa melihat ada poin-poin positif yang dibawa RUU Ciptaker bukan sekedar penolakan saja. Cecep menyarankan pemerintah berdialog intensif dengan kelompok dan elemen masyarakat.
 
“Misalnya kelompok buruh, aktivis lingkungan, pers dan termasuk kalangan kampus, dan kelompok-kelompok lain yang akan terdampak. Draf RUU juga masih harus diberi masukan dan dikoreksi berbagai pihak,” ucapnya.
 
Ia menambahkan RUU Ciptaker Omnibus Law tak serta merta disebut merugikan pekerja. Ia meminta publik jangan terburu-buru berkesimpulan terhadap RUU ini karena pembahasannya belum dimulai di DPR.
 
“Masyarakat jangan terlalu apriori,” kata Cecep.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif