Masyarakat Diminta tak Bercanda Soal Bom di Penerbangan
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta: Masyarakat diminta tak menjadikan kata bom sebagai gurauan, utamanya di sektor penerbangan. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Setyo Wasisto memastikan tindakan itu terancam pidana.

"Tidak boleh bermain-main dengan mengatakan ada bom," kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018. 

Setyo menegaskan, Polri serius menanggapi informasi adanya ancaman bom, apalagi di sektor penerbangan. Keamanan  masyarakat jadi kepentingan utama. Sudah banyak kasus penerbangan terhambat lantaran bergurau soal ancaman bom.


"Setiap ada yang menyatakan itu (ancaman bom) pasti harus disterilisasi, kalau hanya main-main, ternyata nanti betul, itu kita semua salah," kata Setyo.  

Gurauan soal bom dalam penerbangan kembali terjadi. Kali ini, pelakunya adalah dua anggota DPRD Banyuwangi, Basuki Rahmad dan Nauval Badri. Keduanya ditahan petugas Bandara Banyuwangi saat hendak naik pesawat Garuda Indonesia rute Banyuwangi-Jakarta akibat bergurau membawa bom. 

Politikus Gerindra dan Hanura itu hendak terbang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda GA 265 yang berangkat pada Rabu, 23 Mei. Saat memasuki pemeriksaan oleh petugas Avsec, Rahmat bilang kalau tas rekannya (Nauval) berisi bahan peledak atau bom.

Rahmat ditanya petugas hingga tiga kali, jawabannya tetap sama. Nauval juga ikut-ikutan bergurau membawa bom saat ditanya pramugari di dalam pesawat.

Pramugari lalu melaporkan ke pilot pesawat dan pilot tidak berani terbang kalau penumpang tersebut tidak turun. Keduanya terancam dijerat pasal 437 ayat (1) jo pasal 344 huruf e UU RI No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara.





(AGA)