Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Dudi Gardesi. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Dudi Gardesi. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Pemprov DKI Bantah Telat Beri Peringatan Banjir

Nasional banjir jakarta pemprov dki
Theofilus Ifan Sucipto • 04 Januari 2020 15:50
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membantah telat memberi peringatan banjir pada masyarakat. Meluapnya air diklaim karena kiriman air dari luar Jakarta.
 
"Peringatan kita tidak termasuk kategori telat karena hujan lokal," kata Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Dudi Gardesi di Sasana Krida Karang Taruna, Bidara Cina, Jakarta Timur, Sabtu, 4 Januari 2020.
 
Dudi mengungkapkan Pemprov DKI telah memberi peringatan saat hujan turun nonstop selama sembilan hingga 12 jam. Ternyata, kata dia, selain menampung curah hujan, Jakarta turut menerima luapan dari Kelurahan Katulampa, Bogor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan hal tersebut membuat Jakarta banjir besar pada Rabu, 1 Januari 2020 lalu. Selain menetapkan pintu air Manggarai siaga satu dan dua, Dinas SDA meninjau ke lapangan pada sore hari.
 
"Kita mengerahkan lima ribu orang," imbuh Dudi.
 
Selain itu, Dinas SDA DKI telah mengantisipasi banjir dengan membenahi beberapa lokasi genangan banjir. Mereka mengerjakan pada Selasa, 17 Desember dan Jumat, 27 Desember 2019. "Kami juga membuat sumur resapan, pengerukan, dan pemeliharaan pompa," tutur Dudi.
 
Bahkan, lanjut dia, pihaknya berusaha mengalirkan air ke seluruh penjuru Ibu Kota agar tidak terkonsentrasi di satu tempat. Salah satunya ke wilayah Istana Negara."Kita berkoordinasi sama Istana (untuk mengalirkan air dan ada) risiko tergenang," tutur Dudi.
 
Hujan deras terjadi sejak Selasa, 31 Desember 2019. Peristiwa itu menimbulkan banjir di Jakarta hingga menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi.
 
Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu, 4 Januari 2020 pukul 10.00 WIB, korban tewas akibat banjir dan longsor di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menjadi 53 orang. BNPB juga mencatat satu orang hilang.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif