Pekerja menyortir daun tembakau (Foto:Antara/Seno)
Pekerja menyortir daun tembakau (Foto:Antara/Seno)

Buruh Terancam PHK Massal Imbas Kenaikan Cukai Rokok

Nasional industri rokok
Husen Miftahudin • 05 Oktober 2019 20:16
Jakarta: Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengaku khawatir kenaikan cukai rokok akan berimbas pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal. Terutama untuk segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang merupakan industri padat karya.
 
"Kami mendesak Menteri Keuangan tidak membuat gaduh dengan mengeluarkan kebijakan yang merugikan industri dan buruh," ujar Andi dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu, 5 Oktober 2019.
 
Pimpinan buruh se-ASEAN ini meminta kenaikan tarif cukai rokok buatan tangan tidak melebihi dari kenaikan cukai rokok buatan mesin. Khususnya, untuk golongan SKT yang menyerap tenaga kerja paling besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Andi Gani mendorong penggabungan batasan produksi rokok buatan mesin Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Alasannya, perusahaan rokok besar asing multinasional masih memanfaatkan tarif cukai yang murah untuk merebut pasar.
 
Menurutnya, penggabungan tersebut bakal menciptakan aspek keadilan dalam berbisnis di industri hasil tembakau, terutama melindungi pabrikan rokok kecil untuk bersaing langsung dengan pabrikan rokok besar asing.
 
"Pabrik multinasional yang punya SPM dan SKM itu harus digabung supaya produksi SPM dan SKM nanti jadi naik," jelasnya.
 
Sebelumnya, Pemerintah memutuskan tarif cukai rokok naik menjadi sebesar 23 persen dan harga rokok eceran naik menjadi 35 persen. Keputusan itu berlaku per 1 Januari 2020.
 
Dari penaikan itu, pemerintah memproyeksikan penerimaan cukai tahun depan bisa mencapai Rp173 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.
 
Adapun keputusan penaikan tarif cukai rokok bertujuan untuk mengurangi konsumsi dan peredaran rokok ilegal, mengatur industri, serta menambah penerimaan negara.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif