Ilustrasi Satpol PP. Foto: Antara/Zabur Karuru
Ilustrasi Satpol PP. Foto: Antara/Zabur Karuru

Satpol PP DKI Perketat Pengamanan

Nasional pemilu serentak 2019 Demo Massa Penolak Pemilu
Nur Azizah • 21 Mei 2019 14:04
Jakarta: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengklaim kondisi Ibu Kota masih aman. Kendati begitu, Satpol PP tetap berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperketat penjagaan.
 
"Situasi sampai saat ini masih kondusif. Masih aman terkendali," kata Arifin saat dihubungi, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Arifin mengaku telah menyebar 1.200 anggota di beberapa titik. Salah satunya di sejumlah objek vital seperti Istana Negara, lapangan Banteng, MPR, DPR, Komisi Pemilihan Umum, dan Badan Pengawas Pemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi kan kita sifatnya hanya membantu. Ini kan juga sifatnya preventif dan antisipasitif apabila ada gangguan yang berkaitan dengan ketertiban Jakarta," kata dia.
 
Satpol PP juga dikerahkan untuk mengamankan sejumlah tempat pariwisata. Misalnya, Monas, Kota Tua, dan sejumlah museum.
 
"Kita lakukan penebalan apalagi ketika lagi ada kondisi seperti ini," kata dia.
 
Pengamanan DKI Jakarta diperketat usai penetapan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Jakarta dalam status siaga 1.
 
(Baca juga:Polda Penyangga Antisipasi Pergerakan Massa)
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan status siaga 1 dikeluarkan atas perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Status siaga 1 ini tak lepas dari ancaman teroris.
 
"Satu, serangan teroris menjadi ancaman nyata. Kedua, mengantisipasi massa jumlah besar (di Jakarta)," Kata Dedi Mabes Polri, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Dia mengatakan pihaknya akan meningkatkan kesiapsiagaan personel demi menjamin keamanan masyarakat di Jakarta. Untuk itu, masyarakat tidak perlu takut.
 
"Jalankan aktivitas seperti biasa. Ada jaminan keamanan dari TNI-Polri," kata Dedi.
 
Surat telegram terkait siaga 1 di Ibu Kota dikeluarkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan nomor 281/V/OPS.1.1.1/2019. Surat itu di tandatangani Asisten Kapolri bidang Operasi Inspekatur Jenderal Martuani Sormin yang diedarkan pada Senin, 20 Mei 2019. Status siaga 1 ini juga hasil rapat koordinasi Kapolri dan perkembangan situasi.
 
Status siaga I adalah situasi di mana kepolisian menugaskan dua per tiga kekuatannya untuk meningkatkan kewaspadaan. Polri menetapkan status siaga I selama lima hari mulai dari 21 Mei hingga 25 Mei 2019.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif