Ketua umum KKK Ronny F Sompie (tengah depan) dan Angelica Tengker (berbaju biru muda) saat menghadiri acara Paskah Bersama KKK di Jakarta, 4 Mii 2019. Foto: Istimewa
Ketua umum KKK Ronny F Sompie (tengah depan) dan Angelica Tengker (berbaju biru muda) saat menghadiri acara Paskah Bersama KKK di Jakarta, 4 Mii 2019. Foto: Istimewa

Wujudkan Rumah Bersama dalam Kerukunan Keluarga Kawanua

Nasional ormas
Media Indonesia • 25 Mei 2019 12:15
Jakarta: Kehadiran secara bersamaan dua kepengurusan Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) dalam acara Paskah Bersama, awal Mei lalu, mendapatkan apresiasi positif. Pasalnya, pertemuan mereka diharapkan bisa mempercepat proses KKK sebagai rumah bersama warga Sulawesi Utara.
 
"Langkah ini positif dan mulai menemui titik terang. Namun, pendekatan organisasi dalam mewujudkan KKK sebagai rumah bersama tentunya sangat berpulang kepada para pengurus di kedua organisasi tersebut," kata salah seorang putra Kawanua, Jerry Massie, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 25 Mei 2019.
 
Jerry yang juga pengamat politik dan kebijakan publik itu menyampaikan, KKK merupakan wadah berkumpulnya masyarakat asal Sulawesi Utara, khususnya Minahasa, yang tersebar di luar tanah leluhur Nyiur Melambai. KKK didirikan 46 tahun silam di Jakarta oleh beberapa tokoh asal Tondano, tepatnya pada 21 Mei 1973.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sayangnya, kepengurusan organisasi besar masyarakat Kawanua ini beberapa tahun terakhir terbelah menjadi dua," ungkap Jerry.
 
Ada KKK yang dipimpin oleh Ronny F Sompie dan ada juga yang dipimpin Angelica Tengker. Jerry menjelaskan keduanya sama-sama mengusung berbagai program yang selalu mengangkat nama baik Kawanua, khususnya di bidang pelestarian budaya, adat, dan berbagai sumber daya alam. Ronny menjabat ketua umum KKK sebagai estafet dari Pendeta Jimmy Tampie pada Mei 2017.
 
Di tengah kesibukannya sebagai Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta berlatar belakang sebagai mantan perwira tinggi Polri, peran Ronny sangat berpengaruh dan jelas dalam memberikan sumbangsih dalam menjalankan roda organisasi KKK.
 
Menurut Jerry, Ronny berhasil menjadikan organisasi semakin dikenal melalui berbagai kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan lainnya. Misalnya, dalam perayaan Natal, Tahun Baru dan Kunci Taon, serta Paskah, warga Kawanua yang hadir sangat antusias dan menjadikan acara itu sebagai ajang baku dapa warga Kawanua dari berbagai daerah.
 
KKK di bawah kepemimpinan Ronny memiliki asas legalitas dan disahkan Kemenkumham sebagai suatu badan hukum perkumpulan. Jadi, KKK bukan merupakan organisasi kemasyarakatan untuk paguyuban adat dan budaya.
 
Artinya, tidak ada halangan bagi organisasi untuk tetap berkiprah meski konsekuensinya tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah, seperti pembinaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
 
Adapun KKK yang dipimpin Angelica Tengker, lanjut Jerry, merupakan estafet kepemimpinan dari Benny Mamoto melalui Musyawarah Perwakilan Anggota (MPA). Angelica dalam kapasitasnya sebagai ketua umum KKK terus melakukan berbagai program kerja dan kegiatan yang sama di bidang keagamaan, sosial, budaya, dan kesenian.
 
KKK di bawah kepemimpinan Angelica secara aktif ikut serta dalam berbagai perhelatan budaya dan kesenian serta meraih prestasi sebagai Juara Umum TIFF 2018, menjadi peserta parade Festival Selat Lembeh 2018 dan Manado Fiesta. Secara organisasi, jajaran kepengurusan KKK yang dipimpin Angelica memiliki Surat Keterangan Terdaftar di Kemdagri cq Kesbangpol.
 
KKK Angelica juga dilengkapi dengan hak paten kepemilikan logo dan nama KKK yang diterbitkan oleh Kemenkumham.
 
"KKK di bawah kepemimpinan Ronny Sompie dan Angelica Tengker sama-sama membuat langkah positif untuk nama besar Kawanua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata dia.
 
Menurut Jerry, saat KKK tetap sebagai organisasi kemasyarakatan untuk paguyuban sosial, budaya, dan kesenian, seyogianya Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Kemendagri dapat menjadi referensi. Dengan demikian, penyelesaian beda pendapat dapat diakhiri dan KKK menjadi solid serta semakin kuat untuk masyarakat, khususnya warga Kawanua di perantauan.

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif