Warga berjalan di pemukiman yang terkena dampak banjir, di Jalan Swadaya, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Selasa, 22 Januari 2019. Medcom.id/ Muhammad Syawaluddin
Warga berjalan di pemukiman yang terkena dampak banjir, di Jalan Swadaya, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Selasa, 22 Januari 2019. Medcom.id/ Muhammad Syawaluddin

Enam Orang Meninggal Akibat Banjir di Gowa

Nasional banjir
Muhammad Syawaluddin • 22 Januari 2019 23:12
Makassar: Hujan yang mengguyur Kabupaten Gowa sejak pagi tadi membuat beberapa titik jalan dan jembatan mengakibat banjir serta longsor. Peristiwa tersebut memakan enam korban jiwa.
 
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa ada sembilan kecamatan di antaranya terkena dampak banjir dan tiga kecamatan terkena longsor.
 
"Terakhir sampai pukul dua tadi siang ada kurang lebih enam orang yang korban jiwa itu terbagi, dataran tinggi dan dataran rendah,” katanya, saat dikonfirmasi, Selasa 22 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Curah hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Gowa dan dibukanya pintu-pintu di Bendungan Bili-bili membuat volume air yang turun ke sungai Jeneberang meningkat.
 
"Jika itu tidak dibuka maka akibatnya jauh lebih besar sehingga hasil kordinasi dengan semua pihak kita buka pintu Bendungan Bili-bili. Kalau tidak dibuka bendungan bisa jebol dan lebih bahaya," tutur dia.
 
Namun, dia juga mengaku sebelum pintu bendungan terbesar di Sulsel itu dibuka, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pengumuman dan imbauan mengungsi kawasan hilir aliran Bili-bili disampaikan lewat berbagai saluran media.
 
Dari informasi yang diperoleh Kabupaten Gowa juga terjadi longsor di beberapa titik, khususnya di wilayah dataran tinggi seperti di Kampung Ma'lalang, Desa Lonjoboko Kecamatan Parangloe.
 
Kemudian, Dusun Gallang, Desa Bilanrengi Kecamatan Parigi, Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong. Kemudian Jalan Poros Tassese Kecamatan Manuju.
 
Adapun enam korban meninggal di antaranya Akram Al Yusran (3) warga Kelurahan Pangkabinanga Kecamatan Pallangga, Rizal Lisantrio (48) warga BTN Batara Mawang,
Sarifuddin dan Dg Baji Warga Kecamatan Bungaya, serta dua orang yang belum teridentifikasi. Bencana alam itu juga menyebabkan empat orang luka-luka dan 10 orang hilang.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif