Banjir Bengkulu. Foto: Istimewa.
Banjir Bengkulu. Foto: Istimewa.

BNPB Kucurkan Rp2,25 Miliar Bantu Banjir Bengkulu

Nasional bencana banjir
Candra Yuri Nuralam • 29 April 2019 06:57
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengucurkan dana bantuan siap pakai sebesar Rp2,25 miliar untuk membantu korban bencana banjir dan longsor di Bengkulu. Dana bantuan itu diserahkan Kepala BNPB Doni Monardo kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.
 
"Selanjutnya dana siap pakai tersebut akan diberikan kepada BPBD kabupaten atau kota sesuai tingkat kerusakan akibat bencana," kata Doni melalui keterangan tertulis, Minggu, 28 April 2019.
 
Doni yang berada di Bengkulu telah mendengar langsung penjelasan dari gubernur perihal dampak dan penanganan yang pasca bencana. Doni juga sudah menginstruksikan Deputi Penanganan Darurat BNPB dan Deputi Logistik Peralatan BNPB untuk segera sigap dan tanggap memberikan kebutuhan darurat korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain karena cuaca, menurut Doni, faktor lain penyebab terjadinya longsor akibat banjir di Bengkulu adalah minimnya pohon. Dia berharap ke depannya masyarakat lebih peka terhadap pentingnya penanaman pohon untuk meminimalisir dampak dari bencana alam.
 
"Kita harus memulihkan alam, merawat alam dan lingkungan. Jika alam seimbang maka siklus hidrologi juga akan seimbang. Kita jaga alam, alam jaga kita," kata Doni.
 
(Baca: Korban Meninggal Banjir Bengkulu Bertambah jadi 17 Orang)
 
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengakui pihaknya kesulitan mengakses lokasi korban banjir dan longsor di Bengkulu. Longsor menyebabkan akses jalan hancur sehingga pendistribusian logistik bantuan terhambat.
 
Selain itu, kabel listrik yang terputus akibat longsor juga membuat komunikasi hilang. Masalah lainnya adalah longsor tidak hanya terjadi di satu titik melainkan sembilan titik.
 
Hal ini membuat tim evakuasi kesulitan memprioritaskan korban. Masalah terakhir, adalah terbatasnya dana yang memadai sehingga menyulitkan operasional penanganan bencana. Masalah ini membuat gerak BNPB terhambat.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif