Ilustrasi. Pekerja melakukan penggantian antena pada menara BTS. Foto: Antara/R. Rekotomo.
Ilustrasi. Pekerja melakukan penggantian antena pada menara BTS. Foto: Antara/R. Rekotomo.

Kominfo: Sebagian Besar Layanan Seluler Berfungsi Normal

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Husen Miftahudin • 23 Desember 2018 16:40
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan infrastruktur telekomunikasi seluler maupun jaringan telekomunikasi berfungsi normal. Peristiwa tsunami yang menghantam pantai barat Provinsi Banten diklaim tidak merusak infrastruktur telekomunikasi.
 
"Secara umum layanan telekomunikasi seluler telah berjalan normal sampai dengan pagi ini pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pantauan Kementerian Komunikasi dan Informatika, ada beberapa BTS (Base Transceiver Station) yang tidak bisa berfungsi normal karena listrik padam di sejumlah kawasan Banten dan Lampung Selatan," ungkap Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setudalam siaran resmi yang dikutip Medcom.id, Jakarta, Minggu, 23 Desember 2018.
 
Saat ini operator telekomunikasi tengah melakukan pemulihan pasokan catu daya listrik dengan mobile backup power. Tim lapangan tengah standby dan menuju lokasi BTS untuk menyiapkan genset atau melakukan penggantian baterai sebagai catu daya BTS di kawasan yang mengalami pemadaman listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, sambung Ferdinandus, kondisi jaringan Telkom di Sentral Telepon Otomat (STO) Kalianda, STO Ciwandan, STO Pasauran, dan STO Labuan semua dalam kondisi aman dan bisa beroperasi.
 
"Melalui kesempatan ini, Kementerian Kominfo menyampaikan dukacita mendalam bagi para korban bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda," imbuhnya.
 
Kementerian Kominfo juga mengimbau agar pengguna internet dan media sosial tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya berkaitan dengan bencana ini.
 
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, hingga Minggu, 23 Desember 2018 pukul 13.00 WIB, terdapat 168 korban meninggal dunia akibat sapuan tsunami yang menerjang kawasan perairan Selat Sunda.
 
Selain korban jiwa, petugas di lapangan juga mencatat ada 745 orang luka-luka, 30 orang hilang, 558 rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak. Jumlah tersebut didapat petugas dari penghitungan di tiga kabupaten yang terdampak, yaitu Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif