Palu Dikepung 4 Lempeng Bumi
Ilsutrasi.
Jakarta: Kota Palu menjadi wilayah yang rawan bencana. Sebab, kota itu dikepung empat lempeng bumi yang bisa bergeser kapan saja.
 
Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar Badan Informasi Geospasial (BIG) Mohamad Arief Syafi'i mengatakan, berdasarkan analisis geospasial yang dilakukan BIG, Kota Palu dan area pulau Sulawesi dikepung lempeng Eurasia, Pasifik, Australia, dan Filipina.
 
"Sebagian besar masyarakat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang tinggal di beberapa lokasi perlu direlokasi ke wilayah lain. Bukan hanya warga yang tinggal di wilayah yang kemarin kena bencana," kata Arief saat media gathering bertema `Pemanfaatan Informasi Geospasial dalam Mitigasi Bencana` di Jakarta Selatan, Kamis 11 Oktober 2018.

Baca: BMKG Ingin Masyarakat Pahami Pergerakan Lempeng Tektonik

Arief mengatakan wilayah Palu berada di titik tengah dan rawan gempa, bahkan sampai terjadi likuefaksi di beberapa titik. "Sebaiknya titik yang rawan likuefaksi itu direlokasi," kata Arief.
 
Dia mengungkapkan gempa besar di Sulawesi bukan yang pertama kali. Sebelumnya sudah pernah ada gempa besar. "Siklus biasanya puluhan hingga ratusan tahun, tetapi tetap harus dicegah dari sekarang," terangnya.
 
Arief  mengungkapkan BIG telah memetakan secara lengkap kebencanaan di Indonesia yang bisa dibuka secara gratis bagi instansi pemerintah dan berbayar bagi pihak swasta.
 
Data pemetaan ini bisa dimanfaatkan oleh pemda maupun kementerian dan lembaga guna dijadikan dasar penetapan aturan tentang rencana tata ruang dan wilayah, serta perencanaan baik pra maupun saat tanggap darurat kebencanaan.
 
"Data kami buka luas untuk dimanfaatkan pemerintah maupun pemda dalam menyusun kebijakan kependudukan dan wilayah," ujarnya.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id