Kapal TNI AL Sempat Tangkap Sinyal CVR Lion Air

Dian Ihsan Siregar 05 November 2018 01:32 WIB
Lion Air Jatuh
Kapal TNI AL Sempat Tangkap Sinyal CVR Lion Air
ABK KRI Sikuda mengamati KRI Tenggiri saat operasi SAR pencarian korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Foto: Antara/Sigid Kurniawan.
Karawang: Kapushidrosal TNI AL Laksamana Muda Harjo Susmoro menyatakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Sikuda sempat menangkap sinyal cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610. Meski begitu, keberadaan black box atau kotak hitam itu tidak berhasil ditemukan.

Harjo mengaku penangkapan sinyal CVR diraih dari alat KRI Sikuda berupa High Prestition Acoustic Positioning (HIPAP) dan remotely operated vehicles (ROV). Hilangnya sinyal itu membuat anggota TNI AL akan mengejar terus keberadaan CVR.

"Punya alat nama HIPAP, ini kita perbaiki, untuk menangkap sinyal ping. Mudah-mudahan alat ini bisa optimal kembali ‎menangkap sinyal," ungkap Harjo ‎di atas KRI Kuda saat ‎meninjau langsung di perairan Karawang, Jawa Barat, Minggu, 4 November 2018.


Baca juga: Basarnas Evakuasi 138 Kantong Jenazah Pesawat Lion Air

Kekuatan sinyal CVR diketahui hanya selama 90 hari. "Mudah-mudahan baterainya masih berfungsi baik. Itu tergantung kemampuan baterainya sendiri," jelas dia.

Sinyal ping yang lemah menyulitkan pencarian CVR. Jika stabil, maka bisa memudahkan untuk mencari titik koordinatnya. "Jadi ketahuan koordinatnya," tegas dia.

Dia yakin, bila CVR ditemukan, penyebab jatuhnya pesawat Lion Air akan mendapatkan titik terang. "Itu ada voice pilot dan kopilot, suasana penumpang untuk memperkuat penelitian. Itu akan ada semua," pungkas dia.





(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id