Ilustrasi--Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tsunami yang ditemukan di hutan bakau di kawasan wistata Tanjung Lesung, Banten, Selasa (25/12/2018)--Antara/MUHAMMAD IQBAL
Ilustrasi--Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tsunami yang ditemukan di hutan bakau di kawasan wistata Tanjung Lesung, Banten, Selasa (25/12/2018)--Antara/MUHAMMAD IQBAL

Kemenkes Kirim Kontainer Pendingin Jenazah ke Pandeglang

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Muhammad Al Hasan • 26 Desember 2018 12:12
Jakarta: Korban meninggal yang ditemukan pascatsunami Selat Sunda terus bertambah. Merespons keterbatasan alat pendingin untuk jenazah di RSUD Berkah Pandeglang, Kementerian Kesehatan mengirimkan satu unit kontainer pendingin.
 
“Kami kemarin siang berkoordinasi dengan Tim DVI Polri, mengirimkan kontainer pendingin untuk jenazah dari Jakarta ke Pandeglang” kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Ahmad Yurianto di Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.
 
Pengangkutan lemari pendingin, lanjut Ahmad, menggunakan truk trailer dari Jakarta sehingga dibutuhkan waktu. Bila kebutuhannya bertambah, Kemenkes akan segera mengirimkan kembali kontainer serupa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meminta Kemenkes menambah kontainer untuk jenazah saat meninjau lokasi bencana. "Satu unit kontainer yang ada dapat menampung 50 jenazah. Hingga sore tadi tersisa 20 jenazah yang sudah teridentifikasi, namun belum diambil keluarga," paparnya.
 
Baca: Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda jadi 429 Orang
 
Kemenkes akan memeriksa tambahan jenazah malam ini. Jika melampaui kapasitas 50 jenazah, Kemenkes akan segera berkoordinasi dengan kepala RSUD dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. "Akan berkoordinasi untuk memesan kontainer pendingin tambahan,” ungkap Yuri.
 
Mengenai penumpukan jenazah, kata Yuri, itu terjadi karena setiap jenazah yang masuk ke rumah sakit akan diidentifikasi terlebih dahulu oleh tim DVI Polri. Proses identifikasi membutuhkan waktu dan belum tentu jenazah langsung diambil keluarga.
 
"Dampaknya dapat terjadi penumpukan jenazah di rumah sakit. Padahal, rumah sakit daerah yang saat ini menampung jenazah korban tsunami belum memiliki alat pendingin jenazah yang memadai," kata dia.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif