Menaker Targetkan 4 Ribu Desa Terjangkau Program Desmigratif

Gervin Nathaniel Purba 31 Oktober 2018 18:14 WIB
berita kemenaker
Menaker Targetkan 4 Ribu Desa Terjangkau Program Desmigratif
Menaker Hanif Dhakiri (Foto:Dok.Kemenaker)
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri menargetkan seluruh desa kantong pekerja migran yang berjumlah sekitar 4 ribu desa mampu melaksanakan program Desmigratif (Desa Migran Produktif) yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Program Desmigratif bertujuan memberikan pelindungan terhadap pekerja migran yang akan bekerja ke luar negeri, setelah bekerja dari luar negeri, serta pelindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

Empat pilar utama Desmigratif yakni pusat layanan imigrasi, kegiatan usaha produktif untuk memberikan edukasi awal tata kerja bekerja di luar negeri, community parenting untuk anak-anak pekerja migran, dan pembentukan koperasi Desmigratif. 


"Program Desmigratif sebagai salah satu instrumen pemerintah untuk memberikan pelayanan dan pelindungan terbaik kepada para calon pekerja migran, purna pekerja migran dan keluarganya, " kata Menaker Hanif pada acara Konsolidasi Penguatan Peran dan Fungsi Penanggung Jawab Desa dan Koordinator Dinas Program Desmigratif 2018, di Jakarta, Rabu, 31 Oktober.

Menaker Hanif mengatakan Desmigratif merupakan program rintisan yang sifatnya masih terbatas. Sebagai langkah awal, dibuat model di sekitar 60 kabupaten/kota, dengan setiap tahun rata-rata dua desa setiap kabupaten/kota.

Desmigratif mulai diplotkan pada 2016 di dua desa. Kemudian, diduplikasi di 120 desa pada 2017, dan tambahan 130 desa lagi akan dibentuk pada 2018 sebagai Desmigratif.

"Nantinya kalau 4 ribu desa kantong pekerja migran dari total 74.900 desa memiliki program desmigratif dan empat pilar berjalan baik, yakinlah migrasi berlangsung aman dan pelindungan pekerja migran juga lebih baik, “ katanya.

Dukungan Lintas Kementerian

Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan program prioritas Kantor Staf Presiden (KSP) Enda Ginting menyatakan KSP siap bersinergi dengan Kemenaker untuk menjalankan program Desmigratif dengan beberapa kementerian/lembaga.

"Termasuk kerja sama dengan  Kementerian Kesehatan untuk wilayah lokasi satu atap, agar pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan sedekat mungkin dengan lokasi calon pekerja migran," ujar Enda.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Diah Indrajati mengatakan dalam menjalankan program Desmigratif, para kepala dinas di daerah perlu mengetahui dan memahami permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan di daerahnya masing-masing dan berbagai program yang telah diluncurkan Kemenaker.

“Kemendagri akan melakukan pemetaan atau mapping dan pengawalan agar semua sektor yang bisa masuk ke desa tersebut bisa dilaksanakan harmonis dan selaras. Masing-masing melaksanakan tupoksinya, tapi masih di dalam satu lokasi," katanya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id