Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Kaesang Dua Kali ke Banyuwangi Tak Pernah Bikin Repot

Nasional jokowi
Fachri Audhia Hafiez • 29 Januari 2019 09:10
Banyuwangi: Kedatangan Presiden RI dan keluarganya ke suatu daerah biasanya menjadi sorotan pemerintah daerah setempat. Pelayanan maksimal diberikan untuk kenyamanan.
 
Tapi tidak untuk Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo. Kaesang diketahui sudah dua kali menyambangi Banyuwangi, Jawa Timur untuk berlibur.Dalam dua kesempatan itu, Kaesang tak pernah bikin repot.
 
"Putra Pak Jokowi dua kali ke Banyuwangi, tapi enggak merepotkan. Bahkan Bupati ajak mampir ke pendopo tidak mau. Karena ini adalah urusan pribadi putra Presiden yang akan berlibur," ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Temu Relawan dan Kader Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Gedung Korpri, Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin, 28 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Azwar mengaku Kaesang tidak mau dispesialkan. Bahkan, dia enggan dikawal Paspamres terlalu ketat.
 
Selama di Banyuwangi Kaesang hanya menggunakan mobil Kijang Innova untuk menyambangi sejumlah kawasan pariwisata di sana.
 
"Bahkan di sini tidak mau diinapkan di hotel, dia cuma bermalam di tempat teman kuliahnya. Paspampres hanya dari kejauhan, bahkan dianter ke pendopo juga tidak mau," beber Azwar.
 
Azwar mengaku kagum dengan watak keluarga Jokowi. Meski menjadi kepala negara, namun keluarga presiden tidak terlalu memanfaatkan fasilitas negara.
 
(Baca juga:Tompi Berbagi Cerita Memotret Keluarga Presiden Jokowi)
 
"Ini kalau orang berkuasa ini mungkin nyaman, padahal beliau sudah berkuasa. Tapi ini tetap rendah hati, tidak membuat orang lain repot," ujar Azwar.
 
Tak cuma Kaesang, Senin pagi, Azwar sempat menyambut kehadiran Ibu Negara Iriana Jokowi di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Iriana akan melakukan kampanye antinarkoba.
 
Iriana juga enggan diagendakan ke pendopo Bupati. Azwar bilang, Iriana tidak mau menggunakan fasilitas pemerintah daerah, karena akan bertemu rakyat secara langsung.
 
Iriana juga meminta supaya peserta kampanye antinarkoba bukan dari kalangan pelajar SMA. Sebab, pelajar SMA sudah punya hak pilih pada Pemilu 2019. Peserta hanya dari kalangan pelajar SD dan SMP.
 
"Beliau tidak mau memanfaatkan fasilitas kekuasaan untuk kemenangan. Ini cerita dan kenyataan yang kami dapatkan. Tentu bukan perkara mudah dihadapi oleh penguasa yang sudah berkuasa," ujar Azwar.
 


 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif