Ilustrasi santri/MI/Kristiadi
Ilustrasi santri/MI/Kristiadi

Polri Tampung Usulan Rekrutmen Santri di Akpol

Nasional polri pesantren polisi Santri ASN
Siti Yona Hukmana • 01 Desember 2021 20:25
Jakarta: Polri mendengar usulan cendekiawan muslim Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii terkait rekrutmen santri berkualitas di Akademi Kepolisian (Akpol). Polri menganggap usulan itu sebagai masukan yang baik.
 
"Ya itu sesuatu masukan yang baik, Polri tentunya akan mendengar seperti itu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Desember 2021. 
 
Rusdi mengatakan Polri pernah merekrut santri pada 2008. Kala itu, perekrutan santri dilakukan pada level bintara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut masukan Buya Syafii adalah sesuatu saran yang membangun. Dia memastikan Polri akan mendengar masukan Buya Syafii.
 
Baca: Wapres Minta Santripreneur Berdayakan Ekonomi di Lingkungan Pesantren
 
"Itu merupakan suatu masukan yang konstruktif, tentunya untuk bagaimana Polri bisa melakukan tugas-tugasnya lebih baik lagi yang datang dengan ancaman-ancaman paham radikalisme dan terorisme di Tanah Air," ungkap Rusdi. 
 
Buya Syafii Maarif meminta Polri merekrut santri berkualitas untuk bergabung dalam pendidikan Akpol. Usulan Buya itu direkam dan diunggah akun Twitter @budhihermanto. Dalam video itu, Buya mengatakan rekrutmen santri menjadi polisi akan mempermudah menangani radikalisme.
 
"Saya Ahmad Syafi'i Ma'arif Salah seorang warga negara yang sudah berusia 80-an. Dengan ini berharap kepada pihak kepolisian terutama Kapolri dan jajarannya untuk merekrut para santri menjadi Akpol," kata Buya dalam video tersebut. 
 
Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah itu menyebut tidak perlu banyak santri dimasukkan ke dalam Akpol. Menurut dia, santri masuk Akpol harus benar-benar berkualitas, agar ke depan dapat mempermudah Polri menumpas kelompok radikal.
 
"Tidak usah banyak-banyak. Tujuannya apa? Untuk mendampingi polisi menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang ini. Kelompok-kelompok yang anti Pancasila, kelompok-kelompok radikal. Itu kalau polisi mengerti agama, mengerti bahasa mereka, akan lebih mudah," ujar Buya Syafii.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif