Ilustrasi PSBB/Medcom.id/Zaenal.
Ilustrasi PSBB/Medcom.id/Zaenal.

PSBB Mempersulit Masyarakat Mencari Pekerjaan

Nasional Virus Korona PSBB pandemi covid-19
Kautsar Widya Prabowo • 19 Oktober 2020 11:04
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta dapat mencabut pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan tersebut telah berdampak pada sektor perekonomian masyarakat.
 
"Kalau menurut saya enggak perlu lagi PSBB ya," ujar pengamat kebijak publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah kepada Medcom.id, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Menurut Trubus, banyak masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaaan di tengah pandemi covid-19. Sedangkan perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bergulir. .

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang kedisiplinan masyarakat sudah patuh (dengan protokol kesehatan). Kalau memang tetap PSBB jangan ketat-ketat," ujar dia.
 
Saat ini Pemprov DKI Jakarta telah memberlakukan PSBB transisi. Trubus menilai kebijakan tersebut akan kembali diperpanjang, lantaran menunggu diberlakukannya rancangan peraturan daerah (raperda) penanganan covid-19.
 
"Sambil menunggu perda baru penanganan covid-19, hari ini mau diplenokan. (PSBB) diperpanjang lagi dua minggu, sampai perda dapat digunakan," kata dia.
 
Baca: Kunjungan Wisatawan TMII Kembali Naik di PSBB Transisi
 
Sebelumnya, sebanyak 55 persen masyarakat ingin pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dihentikan. Persentase itu didapat dari 1.200 responden survei Indikator Politik Indonesia.
 
"Mayoritas masyarakat menganggap PSBB sudah cukup agar ekonomi segera berjalan sebanyak 55 persen," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Burhanuddin menyebut hanya 39 persen responden yang setuju PSBB dilanjutkan. Sedangkan enam persen responden lainnya mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.
 
"Tafsir saya karena masyarakat merasa pelaksanaan PSBB setengah hati. Ada atau tidak ada PSBB, tidak ada perbedaan jadi lebih baik dihentikan," ujar dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif