Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

40 Titik Kerangka Kapal Perang Dunia II Ada di Perairan RI

Nasional perang dunia ii kapal perang Kementerian Kelautan dan Perikanan
Insi Nantika Jelita • 24 November 2020 20:50
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut sekitar 40 titik kerangka kapal perang asing dari era Perang Dunia II (PD II) teridentifikasi berada di perairan teritorial Republik Indonesia (RI). Kerangka kapal perang ini kental dengan nilai sejarah. 
 
Pelaksana tugas Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Tb Haeru Rahayu menyebut pemerintah memberi ruang pengaturan perlindungan atas kapal perang ini. Hal ini tercantum dalam rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K), rencana tata ruang laut nasional.
 
Kemudian, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 17/PERMEN-KP/2008 tentang Kawasan Konservasi di Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, sebagai Kawasan Konservasi Maritim (KKM). “KKM ditetapkan oleh pemerintah pusat namun dalam keseharian manajemennya dilaksanakan oleh pemerintah daerah," jelas Tebe, sapaan Haeru, dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaksanaan manajemen dilakukan pemerintah daerah dengan pertimbangan khusus. Salah satunya pemanfaatan pengelolaan kerangka kapal perang asing yang dapat diperoleh pemerintah dan masyarakat di daerah.
 
Baca: Bom PD II Meledak saat Coba Dijinakkan di Polandia
 
KKP mengharapkan keberadaan kerangka kapal perang asing itu memberikan manfaat kongkret bagi masyarakat di sekitar lokasi dan masyarakat Indonesia secara umum. Kerangka kapal itu dapat dimanfaatkan dari sektor edukasi sejarah maupun ekonomi yang berkelanjutan.
 
“Ada banyak contoh kerangka kapal perang asing pada suatu negara mampu memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat setempat,” ujar Tebe.
 
Direktur Jasa Kelautan KKP Miftahul Huda menjelaskan narasi signifikasi sejarah dan pengetahuan tentang kerangka kapal perang bersejarah masih kurang menyeluruh. Untuk itu, kesadaran publik perlu dibangun agar turut serta melindungi peninggalan tersebut. 
 
"Keterlibatan dan komitmen negara pemilik bendera kerangka kapal perang yang tenggelam di perairan Indonesia secara aktif sangat diperlukan,” ucap Huda.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif