Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

89 Pekerja Media Mengalami Ketidakadilan Soal THR

Nasional tunjangan hari raya
Theofilus Ifan Sucipto • 19 Mei 2020 09:54
Jakarta: Sebanyak 89 pekerja media melaporkan masalah ketidakadilan tempat kerjanya. Sebagian besar laporan hingga Minggu, 17 Mei 2020, itu berkaitan dengan pembayaran tunjangan hari raya (THR).
 
"Kami menerima 89 pengaduan terkait persoalan ketenagakerjaan pada masa pandemi virus korona (covid-19)," kata Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta Asnil Bambani di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.
 
Asnil mengatakan dari 89 laporan, 52 di antaranya terkait pelanggaran pembayaran THR. Pelanggaran itu berupa pemotongan jumlah THR, penundaan THR, hingga tidak dibayarkan sama sekali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu, kata Asnil, bertentangan dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan. Dalam regulasi itu, setiap pengusaha wajib membayar THR keagamaan kepada para pekerja.
 
"Maka pemberian THR merupakan sebuah bentuk kewajiban perusahaan sebagaimana yang telah ditentukan," ujar Asnil.
 
Baca: 12 Perusahaan di Jatim Belum Bayar THR
 
Menurut Asnil, penundaan pembayaran THR dengan dalih pandemi korona tak tepat. Dia menyebut perusahaan yang tidak membayar THR dapat dikenakan sanksi administrasi.
 
"Kami mendesak perusahaan memenuhi hak-hak ketenagakerjaan para pekerja selama masa pandemi sebagaimana telah diatur," ucap Asnil.
 
Dia juga mendorong Kementerian Ketenagakerjaan memastikan pengusaha membayar THR pekerjanya. Jika ada yang melanggar, Asnil meminta Kemenaker menerapkan sanksi sesuai perundang-undangan.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif