Sebanyak 238 WNI dari Wuhan, Tiongkok, tiba di Batam, Kepri. Dokumentasi: Kementerian Luar Negeri
Sebanyak 238 WNI dari Wuhan, Tiongkok, tiba di Batam, Kepri. Dokumentasi: Kementerian Luar Negeri

Rangkaian Pemeriksaan Dugaan Virus Korona dari Kemenkes

Nasional Virus Korona
Sri Yanti Nainggolan • 11 Februari 2020 13:56
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjamin proses pemeriksaan dugaan virus korona di Indonesia sudah tepat. Pengecekan virus korona model baru, 2019-nCoV, dilakukan melalui beberapa tahap.
 
"Tak cuma di laboratorium, tapi pertama menemukan suspect dulu," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kemenkes, Siswanto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Menurutnya, sampel diambil dari pasien selama dua hari. Minimal ada dua spesimen yang diambil dari tubuh pasien. Setelah itu, sampel diteliti di laboratorium selama 24 jam. Uji polymerase chain reaction (PCR) dilakukan untuk memastikan secara generik ada virus korona atau tidak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa yang dikerjakan (Kemenkes) sudah benar. Jadi kalau negatif, jangan terus menyangsikan," tegas dia.
 
Ada empat tahapan pencarian pasien. Pertama, patient under investigation yakni pasien di lokasi transit seperti bandara atau pelabuhan yang mengalami gejala demam.
 
"Mereka diperiksa. Namun, kalau tak mengarah ke infeksi virus, maka disebut patient under investigation, diberikan kartu kesehatan," papar dia.
 
Dia menjelaskan jika ada virus terdeteksi, pasien dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut ke laboratorium. Mereka berada di tahap suspect.
 
"Kalau positif virus korona tapi negatif novel disebut probable," kata Siswanto menjelaskan tahap ketiga.
 
Tahap terakhir yakni confirm. Pasien positif memiliki 2019-nCoV dalam tubuhnya.
 
Rangkaian Pemeriksaan Dugaan Virus Korona dari Kemenkes
Konferensi pers terkait penanganan virus korona di Kemenkes, Selasa, 11 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan
 
Hingga kini, Kemenkes sudah memeriksa 64 kasus dugaan virus korona. Sebanyak 62 kasus terbukti negartif, sedangkan dua kasus masih dalam pemeriksaan. Kasus-kasus ini berasal dari 16 provinsi.
 
Jumlah korban tewas akibat virus korona di sejumlah negara mencapai 1.011, per hari ini. Lonjakan kematian pada Senin, 10 Februari 2020, mencapai 103 korban menjadi yang tertinggi sejak virus muncul di pasar hewan liar di Wuhan, Hubei, Tiongkok, pada Desember 2019.
 
Peneliti Tiongkok menduga trenggiling sebagai pembawa virus korona. Sisik spesies dilindungi itu biasa dipakai untuk pengobatan tradisional di Tiongkok. Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan perlunya langkah lebih tegas menanggulangi wabah ini.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif