Sopir Taksi Daring Pemeras dan Pemerkosa Penumpang Dibekuk
Pemerkosaan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta: Polisi menangkap seorang pengemudi taksi berbasis aplikasi daring yang diduga memeras dan memperkosa penumpangnya. Insiden itu terjadi pada Sabtu, 1 Juni 2018, dini hari. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pengemudi taksi daring yang ditangkap berinisial F alias Y. Pelaku adalah sopir taksi daring langganan korban perempuan berinisial D.

Kejadian bermula saat D memasang status di aplikasi pesan singkat WhatsApp. Dalam status Whatsapp-nya, D ingin ke sebuah restoran di Bogor, Jawa Barat. 


Y kemudian membalas status D. Dia menyatakan restoran itu adalah tempat makan langganannya. 

"Akhirnya korban pun dijemput tanpa menggunakan pesanan dari aplikasi," kata Argo di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 7 Juni 2018.

Tanpa curiga, D menggunakan jasa Y tanpa aplikasi taksi daring. Setelah selesai makan di restoran di wilayah Bogor, Y mengajak D menonton bioskop.

Belum selesai filmnya, D minta diantar pulang ke rumahnya di kawasan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten. Namun, Y malah membawa D ke kawasan Puncak, Bogor. 

Dalam perjalanan, Y mengajak D bersetubuh, tetapi ditolak. "Dengan alasan (korban) sedang menstruasi," ujar Argo.

Y, kemudian memarkirkan kendaraan di minimarket kawasan Megamendung, Puncak. Dia diam-diam membeli lakban di minimarket itu. 

Y lalu memacu kendaraan ke arah Rest Area Cibubur KM 10, dan memarkirkan mobilnya. Di lokasi itu, Y mengikat tangan dan kaki D serta membekapnya dengan lakban.

"Selanjutnya tersangka membawa korban ke daerah Cibinong dan memeras korban," jelas Argo. 

Baca: Menolak Cinta, ZA Dipukuli dan Diperkosa

Ketakutan, D meminta Y membuka ikatan kaki dan tangannya. D berjanji bakal memenuhi permintaan tersangka. 

Rupanya, Y tak puas hanya menyetubuhi D. Dia pun mengambil barang milik korban, yakni satu telepon genggam merk Oppo F5 dan uang tunai senilai Rp2,2 juta. 

Korban lalu melapor ke polisi. Pelaku akhirnya ditangkap oleh polisi pada Senin, 4 Juni dini hari. Y ditahan di Polda Metro Jaya dan dijerat dengan Pasal 368 KUHP dan Pasal 285 KUHP.



(OGI)