BNPB: Korban Meninggal Gempa Lombok Bertambah jadi 392 Orang

Al Abrar 12 Agustus 2018 18:46 WIB
Gempa Lombok
BNPB: Korban Meninggal Gempa Lombok Bertambah jadi 392 Orang
Warga mencari barang berharga miliknya di antara reruntuhan rumahnya yang rusak akibat gempa, Desa Pemenang, Lombok Utara, NTB, Rabu (8/8). MI/RAMDANI.
Jakarta: Jumlah korban gempa Lombok berkekuatan 7 Skala Richter (SR) dan susulannya terus bertambah. Data laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu, 12 Agustus 2018 tercatat ada 392 orang meninggal.

"Penanganan darurat dampak gempabumi di Nusa Tenggara Barat terus dilakukan. Data korban terus bertambah. Gempa susulan juga terus terjadi di Lombok," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu 12 Agustus 2018.
 
Sutopo merinci, korban meninggal akibat gempa adalah di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 339 orang, Lombok Barat 30 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 10 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Lombok 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa.
 
Sementara korban luka-luka tercatat 1.353 orang, dimana 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang. Sementara itu pengungsi sebanyak 387.067 orang yang tersebar di ribuan titik pengungsian. Sebaran dari pengungsi adalah di Kabupaten Lombok 198.846 orang, Lombok Barat 91.372 orang, Kota Mataram 20.343 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.
 
Adapun kerusakan fisik meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit musala rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. 

"Pendataan dan verifikasi masih dilakukan petugas. Pendataan dan verifikasi rumah diprioritaskan agar terdata jumlah kerusakan rumah dengan nama pemilik dan alamat untuk selanjutnya di-SK-kan Bupati/Walikota dan diserahkan ke BNPB untuk selanjutnya korban menerima bantuan stimulus perbaikan rumah," ujar Sutopo.
  
Hingga saat ini gempa susulan masih sering terjadi. Sudah 576 gempa susulan hingga Minggu 12 Aguastus 2018. Intensitas gempa susulan kecil. Diperkirakan gempa susulan ini masih akan terjadi hingga 4 minggu ke depan.
 
Sutopo juga menrgaskan, informasi Minggu malam sekitar pukul pukul 22.30 Wita hingga 23.59 Wita akan ada gempa sebesar 7,5 SR dipastikan hoaks. 


Itu semua Hoaks. Tidak benar. Ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia saat ini belum bisa memprediksi gempa secara pasti: di mana, kapan, berapa besar gempanya.  Untu itu jika masyarakat menerima informasi hal itu dalam bentuk apapun akan terjadi gempa dengan menyebutkan waktu, magnitude, lokasi. Itu tidak benar. Abaikan dan jangan ikut-ikutan menyebarkan," kata Sutopo. 



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id