Menaker Minta Perguruan Tinggi Kembangkan SDM

Siti Yona Hukmana 28 April 2018 09:42 WIB
kemenaker
Menaker Minta Perguruan Tinggi Kembangkan SDM
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (tengah) di Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta, Selasa (11/11). (Foto: MI/Adam Dwi).
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri meminta Perguruan Tinggi melakukan terobosan pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta tanggap terhadap perubahan secara cepat dan inovatif. Menurutnya, itu perlu dilakukan untuk menyiapkan generasi muda yang akan masuk ke dunia kerja.

"Apabila kita tidak bergerak ke era digital maka bangsa kita akan tertinggal. Karena itu, pengelola pendidikan tinggi harus mampu mengelola pesatnya kemajuan dunia digital yang mengalami perubahan begitu cepat," kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri melalui keterangan tertulisnya seperti dikutip Antara, Jakarta, Jumat, 27 April 2018.

Perguruan tinggi, kata Hanif, harus mampu meningkatkan kemampuan daya saing dengan menghasilkan kualitas lulusan yang mampu menangkap peluang, menganalisis risiko secara jitu, dan keberanian untuk selalu bangkit ketika menghadapi kegagalan.


"Perguruan Tinggi memiliki jasa sangat besar, memiliki peran penting membantu pemerintah melakukan investasi SDM. Tapi perguruan tinggi juga harus mengevaluasi dan melihat perkembangan di luar agar relevan. Jadi, kalau anda tidak siap bersaing, lupakan. Kalau anda tidak siap bersaing, anda akan ketinggalan," ungkap Hanif.

Hanif menambahkan, untuk menghasilkan lulusan atau calon tenaga kerja yang sesuai dengan era digitalisasi, maka perguruaan tinggi dalam proses pembelajaran harus mampu membekali mahasiswa pendidikan karatkater dan kemampuan berwirausaha.

"Oleh sebab itu, kurikulum harus direformulasi atau bahkan dirubah secara fundamental. Reformulasi atau perubahan kurikulum itu mutlak dilakukan untuk mewujudkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia," ujarnya.

Hanif mengatakan, penyiapan calon tenaga kerja oleh perguruan tinggi harus dilakukan tidak seperti biasanya. Sebab, menurutnya  dunia kerja saat ini mengalami perubahan besar. Ia ingin ada langkah-langkah besar dalam orientasi perubahan kurikulum, keluar dari rutinitas dan diperlukan inovasi tinggi.

"Ke depan, karena lebih fleksibel, Perguruan-perguruan Tinggi Swasta mulai menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) agar anak-anak setiap tahun sambil kuliah disertifikasi,” pungkas Hanif.

Hanif menjelaskan program pembelajaran yang dilakukan lembaga pendidikan dan pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan pengguna/industri. Untuk itu ia menegaskan industri seharusnya terlibat dalam pengembangan kurikulum dan pengajaran.



(HUS)