Petugas Dirjen Kementrian Perhubungan Darat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menginspeksi keselamatan jelang mudik lebaran terhadap angkutan bus di Terminal Rajabasa Bandar Lampung, Lampung, Senin (13/6). ANTARA FOTO/Tommy Saputra.
Petugas Dirjen Kementrian Perhubungan Darat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menginspeksi keselamatan jelang mudik lebaran terhadap angkutan bus di Terminal Rajabasa Bandar Lampung, Lampung, Senin (13/6). ANTARA FOTO/Tommy Saputra.

Hanya 71 Bus Laik Jalan, Kemenhub Pede

Nasional bus
Al Abrar • 13 Juni 2016 19:58
medcom.id, Jakarta: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menjalankan uji inspeksi keselamatan angkutan umum (ramp check) di sembilan terminal di Jabodetabek. Hasilnya hanya 10,36 persen atau 71 bus yang laik jalan dari total 685 yang diuji.
 
Menanggapi itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto mengatakan, sampai saat ini proses ramp check masih berlangsung. Bus-bus bisa diperbaiki.
 
"Masih proses dan bisa diperbaiki," kata Pudji singkat, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, dia belum bisa bicara banyak soal masalah ini. Menurut dia, Kementerian Perhubungan segera rapat internal dengan perusahaan otobus (PO) sore ini.
 
Diketahui, BPTJ terus menginspeksi keselamatan angkutan umum di sembilan termimal di wilayah Jabodetabek. Kegiatan itu dilakukan mulai 6 Juni hingga 24 Juni.
 
Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga mengatakan, hasil ramp check selama tiga hari di sembilan terminal se-Jabodetabek tidak memuaskan. Jumlah angkutan umum yang laik menjelang mudik lebaran 2016 seperti bus antarkota antarprovinsi (AKAP) hanya mencapai 10,36 persen.
 
"Sudah 685 kendaraan yang sudah diuji, sekitar 71 kendaran atau 10,36 persen yang laik jalan. Ini sangat mengecewakan," kata Elly kepada Metrotvnews.com, Kamis 9 Juni.
 
Elly merinci, pada hari pertama kegiatan ramp check BPTJ menguji kelaikan jalan terhadap 239 bus AKAP di sembilan terminal. Sebanyak 22 bus dinyatakan lulus uji kelaikan jalan atau sebesar 9,21 persen.
 
Hari kedua, ada 227 bus yang diuji. Hasilnya 25 kendaraan dinyatakan laik jalan atau setara 11,06 persen. Sementara hari ketiga, 219 bus diuji dan hanya 25 bus yang laik jalan atau setara 11,42 persen.
 
"Kami tidak menduga banget, bisa terjadi kendaraan yang seliweran tidak laik jalan. Memang banyak faktor," paparnya.
 
Dia mengungkapkan, PO sebenarnya sudah memahami prosedur dan persyaratan agar bus bisa melakukan perjalanan. Hanya saja, PO tidak memandang keselamatan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas. Padahal, lanjut Elly, pihaknya melakukan ramp check setiap enam bulan sekali.
 
"PO jangan main kucing-kucingan lah, jangan gambling sama keselamatan. Mereka bilang 'baca bismillah saja, Bu', mana bisa seperti itu. Tuhan juga tidak rida kalau kamu (PO) melanggar aturan, enak saja," ketus Elly.
 
Tak hanya di terminal, rencananya kegiatan ramp check juga kan dilakukan di pul-pul bus. Upaya itu dilakukan untuk menjamin semua bus dari Jabodetabek yang melakukan perjalanan lebaran sudah lulus uji kelaikan.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif