ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

Satnarkoba Polres Jakpus Gagalkan Peredaran 11 Kg Sabu Asal Aceh

Nasional narkoba polri polisi Sabu Polda Metro Jaya
Christian • 29 Januari 2022 03:47
Jakarta: Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap kasus penyelahgunaan narkotika jenis sabu seberat 11 kilogram (kg). Sebanyak empat tersangka ditangkap.
 
Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan mengatakan kasus sabu ini berawaal dari pengungkapan di Beji, Depok, pada Sabtu, 15 Januari 2022 dan di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu, 16 Januari 2022.
 
"Ada empat tersangka yang diamankan, berisinial CLU, 27, AP 25, RM 24, dan F 29, semua berjenis kelamin laki-laki," kata Zulpan kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat, 28 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zulpan mengatakan semua berawal dari informasi yang diterima akan adanya peredaran narkoba jenis sabu. Kemudian tim menyelidiki dan berhasil menangkap tersangka.
 
"Semua narkoba yang dibawa tersangka dari Aceh, dengan kendaraan roda empat. Semua sabu dimasukan ke dalam ban," ucapnya. 
 
Zulpan mengatakan tim menangkap pelaku saat tiba di Beji, Depok, pada Sabtu 15 Januari 2022, sekitar pukul 15.30 WIB. Penangkapan tersangka berinisial CLU dan AP.
 
"Saat digeledah didapat barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 10.29 kg, sebuah tas hitam, ponsel, satu mobil Avanza, dan satu ban yang digunakan untuk menyimpan sabu," ucapnya.
 
Baca:  Terlibat Peredaran Narkoba, Eks Kanit Reskrim Belopa Terancam Dipecat
 
Kemudian, Minggu 16 Januari 2022, tim kembali menangkap tersangka lainnya di Apartemen Pancoran, Jakarta Selatan, dengan barang bukti narkotika jenis sabu 1,23 gram, tiga buah timbangan, plastik klip kosong, ponsel, dan kartu akses apartemen.
 
"Tim menangkap tersangka lainnya F dan RM, tersangka RM selaku orang yang memerintahkan tersangka CLU dan AP untuk mengambil narkotika jenis sabu," ucapnya.
 
Keempat tersangka dijerat Pasal 114 (2) sub pasal 112 (2) Jo Pasal 132 (1) UU no 35 th 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati atau pidana seumur hidup, paling singkat penjara 6 tahun atau paling lama 20 tahun kurungan.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif