Lima tersangka kasus ambulans Gerindra berisi batu. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Lima tersangka kasus ambulans Gerindra berisi batu. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Penyumbang Ambulans Berlogo Gerindra Enggan Diseret

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Siti Yona Hukmana • 24 Mei 2019 11:24
Jakarta: PT Arsari Pratama membenarkan mobil ambulans berlogo Partai Gerindra dengan nomor polisi B 9686 PCF yang diamankan polisi adalah miliknya. Mobil itu disumbangkan kepada Partai Gerindra.
 
Direktur PT Arsari Pratama, Daniel Poluan, menegaskan pihaknya sama sekali tidak terkait dengan mobil ambulans berlogo Gerindra yang disebutkan membawa batu. Dia ogah bertanggung jawab soal keterlibatan mobil itu dalam kerusuhan.
 
"PT Arsari hanya menyumbang mobil tersebut untuk keperluan medis. Kepada Kesehatan Indonesia Raya (Kesira)," ujar Daniel Poluan dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 24 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah mobil itu disumbangkan, semua menjadi tanggung jawab pemakai. Dia menegaskan hal-hal di luar keperluan medis, bukan tanggung jawab PT Arsari.
 
"Intinya PT Arsari membeli aset dan pinjam pakai kan ke Kesira. Kesira mendistribusikan ke DPC-DPC (dewan pimpinan cabang Gerindra) untuk program pelayanan kesehatan," terang dia.
 
Menurut dia, urusan masa berlaku surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang telah habis setahun lebih juga bukan perkara pihaknya. Pasalnya, bukan pihaknya yang menggunakan mobil itu.
 
"Kami tegaskan, tanggung jawab penggunaan, pemakaian dan pembayaran pajak kendaraan dibebankan ke pengguna atau yang pihak dikuasakan," tukasnya.
 
Daniel juga mengungkapkan mobil pelayanan kesehatan bernomor polisi B 9686 PCF itu sudah sejak lama diberikan. Namun, ia tak mengingatkan waktu pemberian mobil itu.
 
"Pokoknya sudah lama. Sekali lagi, itu untuk pelayanan medis," kata Daniel.
 
Ambulans Gerindra ini berangkat dari Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Selasa, 21 Mei 2019, pukul 20.00 WIB. Mereka datang ke Jakarta karena perintah untuk mengantisipasi bila ada korban aksi Rabu, 22 Mei 2019 di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
 
Mobil itu berisikan tiga orang. Mereka adalah sopir berinisial Y, Sekretaris DPC Partai Gerindra Tasikmalaya berinisial I, dan Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Tasikmalaya berinisial O.
 
Baca: Polda Metro Jaya Data Pos Polisi Rusak
 
Setibanya di Jalan Tjokroaminoto, Jakarta Pusat, ambulans itu berhenti dan mengangkut dua orang, HS dan SGS. Keduanya adalah simpatisan berasal dari Riau.
 
Ambulans kemudian bergerak ke Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Di lokasi itu, kerusuhan dengan lempar-lempar batu ke arah aparat kepolisian terjadipada Rabu pukul 04.00 WIB.
 
Seorang saksi melihat batu diambil dari mobil ambulans Gerindra. Polisi lalu menyisir dan menemukan mobil itu. Mobil pun dibawa ke Polda Metro Jaya.
 
Dari penggeledahan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) menemukan batu dan sejumlah dokumen Partai Gerindra. Tiga orang yang membawa ambulans pun tidak memiliki kualifikasi sebagai petugas medis. Mobil juga tak dilengkapi peralatan medis.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif